Kamomil Liar [Cladanthus mixtus (L.) Chevall.] yang Dikumpulkan dari Maroko Tengah-Utara: Profil Fitokimia, Aktivitas Antioksidan, dan Antimikroba

Zeroual A. · Biointerface Research in Applied Chemistry · 2021 · 34 sitasi

Di ladang liar Maroko, bunga sederhana menyembunyikan persenjataan kimia yang ampuh—yang bisa mengakali bakteri dan menjaga makanan tetap segar. Mungkinkah kamomil liar ini menjadi pengawet alami berikutnya?

Para ilmuwan beralih ke Cladanthus mixtus, kamomil liar dari Maroko tengah-utara, untuk mengeksplorasi kekuatan tersembunyinya. Dengan menggunakan ekstraksi gelombang mikro, mereka menangkap minyak esensial dari bunganya dan mengidentifikasi 44 senyawa, dengan santolina alcohol (40,7%), germacrene D (8,9%), dan α-pinene (5,7%) sebagai komponen utama. Molekul-molekul ini tidak hanya aromatik—mereka adalah pejuang melawan mikroba.

Di luar minyak, tim menyiapkan ekstrak menggunakan metode maserasi dan Soxhlet. Ekstrak metanol dari Soxhlet tampil paling menonjol, dengan hasil, total fenolik, dan flavonoid tertinggi. Ketika diuji terhadap empat strain mikroba, minyak esensial dan ekstrak menunjukkan aktivitas antimikroba yang mengesankan. Untuk minyak, konsentrasi hambat minimum (MIC) berkisar dari 10,17 μg/mL terhadap Bacillus subtilis hingga 13,83 μg/mL terhadap Escherichia coli.

Di antara ekstrak, metanol menjadi bintang, dengan MIC serendah 11,17 μg/mL terhadap Candida albicans. Ekstrak ini juga unggul dalam uji antioksidan, menetralkan radikal bebas dengan IC50 sebesar 55,50 μg/mL—jauh lebih baik daripada ekstrak n-heksana yang mencapai 259 μg/mL. Hasil ini menunjukkan bahwa kamomil liar dapat berfungsi sebagai pengawet alami, antiseptik, atau disinfektan, menawarkan alternatif hijau untuk aditif sintetis.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.