Valorisasi Biji Kurma dalam Biskuit: Pendekatan Baru untuk Menggabungkan Komponen Bioaktif yang Diekstrak dari Biji Kurma Menggunakan Ekstraksi Berbantuan Gelombang Mikro

Ranasinghe M. · Resources Environment and Sustainability · 2024 · 36 sitasi

Bagaimana jika biji yang Anda buang bisa membuat biskuit Anda lebih sehat dan berkelanjutan? Biji kurma, yang sering dibuang, menyimpan kekayaan senyawa bioaktif—dan para ilmuwan baru saja menemukan cara cepat dan ramah lingkungan untuk mengeluarkannya.

Biji kurma—produk sampingan yang sering diabaikan dari salah satu buah paling dicintai di dunia—kaya akan nutrisi dan senyawa bioaktif. Dalam studi baru, para peneliti mengoptimalkan metode ekstraksi berbantuan gelombang mikro (MAE) untuk menarik komponen berharga ini dari bubuk biji kurma bebas lemak (DSP) dari tiga varietas: Khalas, Fardh, dan Khenaizi. Pada kondisi optimal (700 W, 6 menit, 45°C, dan partikel di bawah 125 μm), mereka mencapai hasil yang mengesankan: total fenolik 15,88 mg GAE/g DSP dan total flavonoid 8,51 mg QE/g DSP. Ekstraknya juga menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat, dengan nilai masing-masing 17,93, 61,68, dan 39,74 mmol TE/g DSP untuk uji ABTS, DPPH, dan FRAP. Yang menarik, sifat bioaktifnya bervariasi signifikan di antara tiga varietas, menyoroti pentingnya pemilihan kultivar. Senyawa fenolik utama yang diidentifikasi meliputi asam benzoat, katekin, asam ferulat, asam kafeat, dan vanilin. Perlakuan gelombang mikro juga mengubah kadar air, kapasitas menahan air, dan warna DSP. Ketika ekstrak dan residu yang tersisa dimasukkan ke dalam biskuit, biskuit yang diperkaya menunjukkan profil fenolik, flavonoid, dan antioksidan yang lebih baik. Penelitian ini menunjukkan jalur berkelanjutan untuk memanfaatkan limbah biji kurma, mengubah masalah pembuangan menjadi peluang pangan fungsional.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.