Valorisasi Limbah Farmasi Berbasis Gandum melalui Ekstraksi Berkelanjutan Berbasis NADES dan Profiling Bioaktif yang Tidak Ditargetkan
Bagaimana jika limbah dari ekstrak gandum bisa menjadi tambang emas senyawa bioaktif? Ilmuwan baru saja menemukan cara yang lebih hijau untuk mengungkapnya.
Produksi ekstrak gandum, yang dihargai karena sifat perbaikan jaringannya, meninggalkan gunungan limbah padat tanpa kehidupan kedua yang diketahui. Metode ekstraksi tradisional bergantung pada pelarut organik beracun, memakan waktu dan merusak lingkungan. Masuki pelarut eutektik dalam alami, atau NADES—generasi baru pelarut hijau yang siap mengubah permainan.
Dalam studi ini, para peneliti menguji delapan formulasi NADES dengan pH, polaritas, dan viskositas yang bervariasi untuk memulihkan senyawa bioaktif dari limbah berbasis gandum. Menggunakan analisis UHPLC-Q-ToF-HRMS canggih, mereka fokus pada asam ferulat, antioksidan berharga. Formula pemenang adalah campuran betaine:1,3-butanediol:air (1:3:10,6), dipuji karena pH moderat dan viskositas rendah. Ekstraksi berbantuan ultrasonik disempurnakan menggunakan Response Surface Methodology, mencapai hasil yang sebanding dengan campuran hidroalkoholik konvensional.
Profiling yang tidak ditargetkan mengungkapkan bahwa pelarut yang berbeda membuka senyawa bioaktif yang berbeda, mengisyaratkan kemungkinan ekstraksi yang disesuaikan. Kehijauan metode ini dikonfirmasi melalui metrik AGREEprep dan BAGI. Penelitian ini mengubah limbah gandum menjadi harta karun untuk nutraceutical dan farmasi, membuktikan keberlanjutan dan efisiensi dapat berjalan beriringan.
Poin Kunci
- NADES mengekstrak asam ferulat dari limbah gandum secara efisien.
- Formula terbaik: betaine:1,3-butanediol:air (1:3:10,6).
- Metode hijau menyaingi hasil ekstraksi tradisional.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.