Valorisasi Biji Mangga Tu Quy melalui Ekstraksi Berbantuan Ultrasonik: Fitokimia, Sifat Antioksidan, dan Antibakteri

Nguyen T.V. · Applied Food Research · 2026 · 0 sitasi

Bagaimana jika biji yang Anda buang bisa melawan bakteri dan radikal bebas? Sebuah studi baru menunjukkan bahwa ultrasonik dapat membuka kekuatan tersembunyi dalam biji mangga.

Setiap tahun, pengolahan mangga menghasilkan gunungan limbah—biji dan kulit mencapai 30–60% dari buah. Namun satu biji, yaitu biji mangga Tu Quy, melawan balik. Para ilmuwan membandingkan tiga metode ekstraksi: perendaman tradisional, refluks panas, dan ekstraksi berbantuan ultrasonik (UAE). Pemenangnya? UAE, yang menggunakan gelombang suara untuk menciptakan gelembung kecil yang memecah sel tanaman secara lembut, membebaskan senyawa berharga.

Dengan UAE, rendemen melonjak hingga 47,53%, dan total fenolik mencapai 2779,62 mg GAE per 100 g berat kering—jauh lebih tinggi daripada metode lainnya. Fenolik ini adalah antioksidan kuat, dan ekstrak UAE menunjukkan aktivitas penangkal radikal bebas terkuat, dengan nilai IC50 sebesar 121,76 µg/mL (DPPH) dan 162,67 µg/mL (ABTS).

Namun manfaatnya tidak berhenti di situ. Ekstrak UAE juga tampil terbaik dalam uji antibakteri terhadap patogen bawaan makanan, meskipun konsentrasi hambat minimum (0,31–2,50 mg/mL) serupa di semua metode. Ini berarti ultrasonik tidak hanya mengekstrak lebih banyak, tetapi juga meningkatkan kekuatan antimikroba.

Teknik ramah lingkungan dan mudah diskalakan ini dapat mengubah limbah mangga menjadi pengawet alami dan bahan fungsional. Biji yang sederhana bukan lagi sampah—ia adalah harta karun bioaktivitas.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.