Valorisasi Daun Tomat: Optimalisasi Ekstraksi Fenolik Ramah Lingkungan dan Penilaian Aktivitas Biologis
Daun tomat yang biasanya dibuang menyimpan harta karun senyawa bioaktif—dan para ilmuwan baru saja menemukan cara hijau untuk mengungkapnya.
Setiap panen, gunungan daun tomat dibuang, padahal daun hijau sederhana ini kaya akan senyawa fenolik yang bisa mendukung berbagai aplikasi, dari nutraceutical hingga produk berkelanjutan. Dalam studi ini, para peneliti mengoptimalkan ekstraksi ramah lingkungan berbasis air menggunakan metodologi permukaan respons. Resep yang menang? Panaskan campuran rasio padatan-cair 1:50 pada suhu 71°C selama 29 menit—ini menghasilkan total kandungan fenolik dan aktivitas antioksidan tertinggi.
Ekstrak daun tomat beku-kering (TLE) yang dihasilkan menunjukkan aktivitas antimikroba yang bergantung pada dosis terhadap Escherichia coli dan Candida albicans, tetapi tidak terhadap Pseudomonas aeruginosa atau Staphylococcus aureus. Ekstrak ini juga menunjukkan sitotoksisitas moderat terhadap sel kanker payudara MCF-7 (IC50 = 114,5 µg/mL), dan secara signifikan mengurangi spesies oksigen reaktif intraseluler pada makrofag, mengisyaratkan potensi anti-inflamasi.
Analisis kimia dengan LC-MS mengungkap komponen utama ekstrak: rutin (45,21%), 4-hydroxycoumarin (13,60%), dan α-tomatine (12,37%). Senyawa-senyawa ini kemungkinan mendorong aktivitas biologis yang diamati, mengubah limbah pertanian menjadi bahan ramah lingkungan yang berharga untuk produk fungsional.
Poin Kunci
- Ekstraksi optimal: 71°C, 29 menit, rasio 1:50
- Antimikroba terhadap E. coli dan C. albicans
- Komponen utama: rutin, 4-hydroxycoumarin, α-tomatine
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.