Valorisasi Limbah Bawang 'Rossa di Tropea' melalui Teknik Ekstraksi Hijau untuk Senyawa Antioksidan

Imeneo V. · Sustainability Switzerland · 2022 · 17 sitasi

Bagaimana jika kulit bawang yang Anda buang ke kompos bisa menjadi harta karun antioksidan alami? Sebuah studi baru mengubah limbah bawang menjadi tambang emas senyawa penyehat.

Limbah bawang bukan lagi sekadar gangguan dapur. Para peneliti menemukan cara untuk mengekstrak antioksidan berharga dari sisa padat bawang Tropea, varietas Italia yang terkenal. Dengan hanya menggunakan pelarut food-grade seperti air dan campuran etanol-air 50:50, mereka menguji tiga metode ekstraksi: maserasi konvensional, ultrasonik, dan bantuan gelombang mikro. Tujuannya? Memaksimalkan pemulihan senyawa bioaktif sambil menjaga proses tetap hijau dan berkelanjutan.

Hasilnya mencolok. Campuran hidroalkohol mengungguli air murni di semua teknik dan kondisi. Hasil terbaik datang dari ekstraksi konvensional pada suhu 40°C selama 60 menit, menghasilkan 25,64 mg total flavonoid per gram berat kering dan 0,78 mg antosianin. Analisis lanjutan mengungkap bintang utamanya: quercetin, antioksidan kuat, mencapai 5322,61 mg per kg, sementara turunannya, quercetin 3-4'-diglukosida, mencapai 1023,80 mg per kg dengan bantuan ultrasonik.

Ini bukan sekadar keingintahuan lab. Dengan mengubah limbah bawang menjadi sumber aditif makanan alami, pendekatan ini dapat mengurangi beban limbah dan menawarkan alternatif berkelanjutan untuk aditif sintetis. Potensi dampak industri sangat nyata—dan dimulai dari kulit bawang yang sederhana.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.