Valorisasi Batang Pterospartum tridentatum (Carqueja): Pengaruh Metode Ekstraksi terhadap Komposisi Fenolik, Kapasitas Antioksidan, dan Bioaktivitas Fungsional

Afonso T.B. · Foods · 2026 · 0 sitasi

Sementara semua orang fokus pada bunganya, batang tanaman obat Iberia ini diam-diam menyembunyikan harta karun antioksidan. Mungkinkah 'limbah' ini justru emas sejati?

Carqueja, semak yang digemari di dapur dan pengobatan tradisional Iberia, telah lama diteliti karena bunganya yang mencolok. Namun batangnya—yang merupakan bagian besar dari biomassa tanaman—sering diabaikan. Studi baru ini ingin mengubahnya, dengan bertanya apakah batang tersebut bisa menjadi sumber senyawa bioaktif yang hebat.

Para peneliti menguji empat metode ekstraksi: air biasa, campuran hidroetanol, ultrasonik, dan cairan bertekanan. Mereka kemudian mengukur berbagai hal, mulai dari rendemen dan protein hingga komposisi fenolik, kapasitas antioksidan, aktivitas antimikroba, dan bahkan toksisitas pada sel manusia. Hasilnya? Tiga puluh tujuh senyawa fenolik teridentifikasi secara tentatif, sebagian besar glikosida flavonoid dan isoflavonoid, dengan turunan genistein sebagai komponen dominan.

Meskipun rendemen ekstraksi bervariasi, profil fenoliknya ternyata konsisten di semua metode. Ekstrak ultrasonik dan cairan bertekanan menunjukkan aktivitas antioksidan sedikit lebih tinggi. Efek antimikrobanya sedang—hanya inhibisi ringan terhadap Staphylococcus epidermidis dan Malassezia furfur—tetapi sitotoksisitasnya rendah, artinya ekstrak tersebut aman bagi sel manusia.

Studi ini membalikkan perspektif: batang yang tadinya diabaikan ternyata sumber biomassa yang menjanjikan dan belum dimanfaatkan. Kaya akan fenolik, siap antioksidan, dan aman dalam uji laboratorium. Mungkin sudah waktunya batang carqueja mendapat sorotan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.