Valorisasi Kulit Lemon, Apel, dan Jeruk Keprok serta Kulit Bawang – Pendekatan Jaringan Saraf Tiruan

Lončar B. · Separations · 2026 · 2 sitasi

Bagaimana jika sisa dapur Anda bisa menjadi harta karun antioksidan? Sebuah studi baru menunjukkan bahwa kulit bawang dan kulit jeruk keprok, ketika diberi perlakuan ultrasonik, mengungguli metode lain dalam mengekstraksi senyawa penyehat ini.

Dalam upaya mengubah limbah pertanian menjadi bahan berharga, para ilmuwan menguji teknik ekstraksi modern. Studi ini membandingkan ekstraksi berbantuan ultrasonik (UAE) dan ekstraksi berbantuan gelombang mikro (MAE) menggunakan air, dengan maserasi menggunakan pelarut eutektik dalam alami (NADES). Bahannya? Kulit apel, lemon, dan jeruk keprok, plus kulit bawang—semua produk sampingan umum yang sering berakhir di tempat sampah.

Hasilnya mencolok. UAE muncul sebagai juara, terutama untuk kulit bawang dan kulit jeruk keprok. Kulit bawang yang diekstraksi dengan UAE menghasilkan kandungan fenolik total tertinggi (5,735 mg CAE/g) dan flavonoid total (1,973 mg RE/g), bersama dengan aktivitas antioksidan terkuat (EC50 = 0,549 mg/mL; IC50 = 0,108 mg/mL). Kulit jeruk keprok juga menonjol, dengan kandungan fenolik tinggi dan kemampuan menangkap radikal bebas yang impresif.

Untuk memahami data, tim membangun model jaringan saraf tiruan (ANN) dengan akurasi tinggi (r² > 0,96). Model ini, bersama dengan analisis sensitivitas dan kesalahan, menyoroti bahwa metode ekstraksi dan jenis produk sampingan adalah faktor kunci dalam hasil antioksidan. Analisis komponen utama dan klaster juga mengungkapkan bahwa UAE dan MAE berperilaku serupa, membedakannya dari maserasi.

Penelitian ini menegaskan potensi menggabungkan UAE dengan pemodelan cerdas untuk membuka nilai tersembunyi dalam limbah makanan—sebuah kemenangan bagi sains dan keberlanjutan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.