Valorisasi Kelopak Luar Artichoke Menggunakan Ekstraksi Berbantuan Ultrasonik dan Pelarut Eutektik Dalam Alami (NADES) untuk Pemulihan Senyawa Fenolik

Ozkan G. · Journal of the Science of Food and Agriculture · 2024 · 37 sitasi

Bagaimana jika kelopak luar artichoke, yang sering dibuang sebagai limbah, menyimpan harta karun senyawa penunjang kesehatan? Sebuah studi baru menunjukkan bagaimana metode hijau tanpa pelarut dapat mengungkapnya.

Kelopak luar artichoke biasanya dibuang, tetapi mereka penuh dengan senyawa fenolik—antioksidan alami. Para peneliti kini menemukan cara yang lebih cerdas untuk mengekstraknya: menggunakan pelarut eutektik dalam alami (NADES), alternatif hijau untuk bahan kimia keras, dipadukan dengan bantuan ultrasonik. Kombinasi ini seperti goncangan lembut namun kuat yang menarik zat baik tanpa meninggalkan residu beracun.

Tim menguji berbagai campuran NADES, memvariasikan akseptor ikatan hidrogen (kolin klorida atau betain) dan donor (sukrosa, asam laktat, asam sitrat, asam oksalat, atau gliserol). Mereka membandingkan hasil dengan ekstrak metanol tradisional. Pemenangnya? Campuran kolin klorida dan asam laktat, yang memberikan kandungan fenolik tertinggi (12,96 g GAE per kg berat kering) dan kapasitas antioksidan (60,68 g TE per kg berat kering).

Kromatografi mengungkapkan sembilan senyawa kunci dalam semua ekstrak, termasuk asam galat, asam klorogenat, dan quercetin. Menariknya, asam klorogenat dan ferulat mencapai kadar puncaknya dalam campuran NADES berbasis asam laktat. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemulihan tetapi juga menawarkan selektivitas, menjadikannya alat yang menjanjikan untuk mengubah limbah pertanian menjadi bahan berharga untuk makanan dan farmasi.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.