Valorisasi Produk Samping Agro-Industri untuk Ekstraksi Hijau Antosianin Menggunakan NADES

Silva I.M. · Processes · 2026 · 0 sitasi

Bagaimana jika rahasia pewarna makanan alami dan berkelanjutan tersembunyi di balik tongkol jagung dan kulit anggur? Sebuah studi baru menunjukkan bagaimana pelarut ramah lingkungan dapat mengungkapnya.

Permintaan akan produk berlabel bersih mendorong industri makanan dan kosmetik untuk meninggalkan pewarna sintetis. Antosianin, pigmen di balik warna merah dan ungu cerah, menawarkan alternatif alami dengan manfaat bioaktif tambahan. Namun, mengekstraksinya secara efisien dan berkelanjutan merupakan tantangan. Kini, para peneliti beralih ke Pelarut Eutektik Dalam Alami (NADES) sebagai solusi hijau, menggunakan produk samping agro-industri seperti rumput molases, tongkol jagung hitam, dan kulit anggur sebagai bahan baku.

Menggunakan desain campuran simplex-centroid dan Metodologi Permukaan Respons, tim mengoptimalkan campuran NADES dari sorbitol, asam sitrat, dan glisin. Hasilnya mencolok: untuk tongkol jagung hitam, ekstraksi mencapai 54,20 mg/100 g dalam kondisi optimal. Meskipun pelarut konvensional lebih baik untuk kulit anggur, NADES terbukti kompetitif dan jauh lebih ramah lingkungan, dengan skor indeks AGREE 0,73 dibandingkan 0,58 untuk metode konvensional.

Uji sebenarnya datang ketika ekstrak dimasukkan ke dalam formulasi yogurt dan gel pelembap. Yogurt mempertahankan sifat fisikokimia dan warna yang stabil, sementara gel menunjukkan homogenitas yang baik dan stabilitas kromatik. Ini berarti NADES dapat secara efektif memulihkan pewarna alami dari limbah, menawarkan jalur berkelanjutan untuk produk makanan dan kosmetik.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.