Valorisasi Ampas Anggur untuk Agen Antioksidan dan Antimikroba Fungsional dalam Perawatan Luka Kronis

Geana E.I. · Industrial Crops and Products · 2025 · 6 sitasi

Bagaimana jika kulit anggur sisa dari wine favorit Anda bisa membantu menyembuhkan luka kronis? Ilmuwan baru saja menemukan cara untuk membuka kekuatan tersembunyinya.

Ampas anggur—kulit, biji, dan batang yang tersisa setelah pembuatan wine—biasanya dibuang. Namun, produk sampingan ini kaya akan polifenol, senyawa bioaktif dengan manfaat kesehatan yang serius. Tantangannya? Mengekstraknya secara efisien tanpa merusak aktivitasnya.

Peneliti di Rumania mengembangkan metode dua langkah yang cerdas: pertama, enzim secara lembut memecah dinding sel tanaman; kemudian, ekstraksi berbantuan gelombang mikro menarik polifenol. Mereka mengujinya pada ampas Chardonnay dan Cabernet Sauvignon dari kebun anggur lokal. Hasilnya mengesankan: 1550 mg per 100 g berat kering dari Chardonnay putih, dan 3150 mg dari Cabernet Sauvignon merah—dengan aktivitas antioksidan yang kuat.

Namun ekstraknya tidak berhenti di situ. Mereka menunjukkan efek antimikroba spektrum luas terhadap bakteri Gram-positif dan Gram-negatif, plus Candida albicans. Lebih baik lagi, mereka terbukti biokompatibel dengan sel keratinosit manusia, langkah kunci untuk aplikasi kulit.

Metode ramah lingkungan ini meningkatkan hasil sambil mempertahankan bioaktivitas. Ini mengubah limbah menjadi alat yang menjanjikan untuk perawatan luka kronis, menawarkan jalur berkelanjutan untuk perawatan dermatologis.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.