Validasi Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi dengan Deteksi Fotodioda Array untuk Pemisahan dan Kuantifikasi Flavonoid Antioksidan dan Anti-Penuaan Kulit dari Ekstrak Benang Sari Nelumbo nucifera Gaertn.

Tungmunnithum D. · Molecules · 2022 · 25 sitasi

Teratai suci telah dipuja selama berabad-abad, tetapi rahasia paling berharganya mungkin tersembunyi di benang sarinya—bagian yang selama ini kita abaikan.

Teratai suci (Nelumbo nucifera) telah lama menjadi bahan utama dalam teh, obat tradisional, dan makanan. Namun, sementara daun dan bijinya telah dipelajari secara mendalam, benang sarinya—bahan yang justru dihargai dalam ramuan herbal—sebagian besar terabaikan. Penelitian ini mengubahnya. Para peneliti mengembangkan metode yang tervalidasi menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi dengan deteksi fotodioda array untuk memisahkan dan mengukur flavonoid dari ekstrak benang sari, dan mereka tidak berhenti di situ. Mereka juga menguji kekuatan antioksidan ekstrak dan kemampuannya menghambat enzim penuaan kulit. Hasilnya mengejutkan: ekstrak benang sari mengandung konsentrasi flavonoid antioksidan yang lebih tinggi daripada bagian bunga lainnya, dan menunjukkan efek perlindungan terkuat terhadap spesies oksigen dan nitrogen reaktif, sebagaimana dikonfirmasi oleh uji seluler berbasis ragi. Selain itu, ekstrak ini mengungguli bunga utuh dalam menghambat tirosinase dan kolagenase—dua enzim kunci dalam penuaan kulit. Ini adalah laporan pertama yang mengusulkan ekstrak benang sari sebagai bahan kosmetik potensial untuk melawan penuaan kulit, dan memperkenalkan metode analitik yang kuat untuk mendukung penelitian di masa depan. Benang sari teratai suci mungkin saja menjadi hal besar berikutnya dalam perawatan kulit.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.