Mendaur Ulang Kulit Bawang Hitam menjadi Ekstrak Kosmeseutikal Multifungsi: Antioksidan dan Pelindung UV melalui Pelarut Eutektik Dalam Alami Antimikroba

Marchetti F. · Antioxidants · 2026 · 1 sitasi

Bagaimana jika sisa dapur Anda bisa menjadi terobosan perawatan kulit berikutnya? Kulit bawang hitam, yang sering dibuang, menyimpan senyawa bioaktif yang melimpah—dan para ilmuwan telah menemukan cara ramah lingkungan untuk mengeluarkannya.

Kulit bawang hitam bukan sekadar limbah—mereka adalah harta karun senyawa bioaktif yang menunggu untuk dimanfaatkan. Studi ini mengubah produk sampingan yang kurang dimanfaatkan ini menjadi ekstrak multifungsi untuk kosmetik hijau, menggunakan pelarut eutektik dalam alami (NaDES) sebagai metode ekstraksi berkelanjutan.

Setelah menyaring empat campuran eutektik, sistem kolin klorida–asam laktat (ChCl:LA) muncul sebagai bintang, memberikan efisiensi ekstraksi tertinggi. Ekstrak yang dioptimalkan memiliki kandungan fenolik total yang luar biasa sebesar 5216.61 µg GAE/mL dan aktivitas antioksidan yang kuat, dikonfirmasi oleh uji DPPH dan FRAP, yang menangkap fraksi fenolik bebas dan terikat.

Namun ada twist: aktivitas antimikroba sepenuhnya berasal dari pelarut itu sendiri, bukan senyawa bawang putih. NaDES menunjukkan efektivitas spektrum luas terhadap C. albicans, P. aeruginosa, dan S. aureus. Ketika dimasukkan ke dalam emulsi dengan filter UV, ekstrak tidak meningkatkan SPF atau UVA-PF secara langsung, tetapi analisis fotokemiluminesensi (PCL) mengungkapkan bahwa ekstrak bersinergi dengan filter organik, meningkatkan perisai antioksidan biologis formulasi.

Karya perintis ini menyoroti potensi daur ulang kulit bawang hitam, mengusulkan ekstrak NaDES sebagai bahan multifungsi, antioksidan, dan antimikroba untuk kosmeseutikal generasi berikutnya.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.