Mengungkap Bioaktif Matricaria chamomilla: Optimasi Proses melalui Ekstraksi Betaine-NADES, Profil Metabolomik, dan Aktivitas Antitirosinase
Bagaimana jika kunci kulit cerah tersembunyi di balik bunga chamomile yang sederhana? Para ilmuwan telah menemukan cara hijau dan beraroma manis untuk membuka kekuatannya.
Chamomile telah lama dikenal sebagai obat herbal yang menenangkan, tetapi potensi sejatinya mungkin terletak pada molekul-molekul kecil yang disembunyikannya. Para peneliti kini beralih ke kelas pelarut baru yang disebut NADES—pelarut eutektik dalam alami—yang terbuat dari betaine, senyawa yang ditemukan dalam bit. Pelarut ini tidak hanya lebih hijau daripada pelarut tradisional tetapi juga sangat efektif dalam menarik harta bioaktif chamomile.
Dalam studi ini, sembilan NADES berbasis betaine diuji, dan satu menonjol: campuran betaine dan 1,3-propanediol (N5). Pelarut ini menghasilkan kadar senyawa fenolik dan flavonoid tertinggi, bahkan mengungguli metode berbasis etanol. Menggunakan desain statistik, tim mengoptimalkan kondisi ekstraksi, meningkatkan hasil fenolik sebesar 42% dan flavonoid sebesar 17% dibandingkan dengan N5 yang tidak dioptimalkan.
Ekstrak kemudian diuji kemampuannya untuk menghambat tirosinase, enzim yang terlibat dalam pigmentasi kulit. Ekstrak N5 yang dioptimalkan menunjukkan kinerja yang setara dengan ekstraksi ultrasonik berbasis etanol, dan jauh lebih baik daripada maserasi etanol sederhana. Analisis kimia mengungkapkan profil kaya senyawa fenolik dan flavonoid, menunjukkan bahwa ekstrak NADES chamomile dapat menjadi agen depigmentasi alami untuk gangguan kulit.
Poin Kunci
- Betaine-NADES mengungguli etanol dalam mengekstrak fenolik dan flavonoid chamomile.
- N5 yang dioptimalkan meningkatkan hasil fenolik sebesar 42% dan flavonoid sebesar 17%.
- Ekstrak NADES chamomile berpotensi sebagai inhibitor tirosinase alami untuk pencerah kulit.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.