Pelarut eutektik dalam alami berbantuan ultrasonik untuk ekstraksi hijau flavonoid dari Citri Reticulatae Pericarpium: Optimasi ekstraksi dan penurunan kolitis ulseratif

Yu X. · Journal of Functional Foods · 2026 · 0 sitasi

Bayangkan penyakit usus kronis tanpa obat—sekarang bayangkan kulit jeruk sederhana, diubah oleh kimia hijau, tampil sebagai pahlawan potensial. Studi ini mengubah kearifan lama menjadi ilmu baru.

Kolitis ulseratif adalah penyakit radang usus yang membandel, dan pengobatan saat ini sering kurang memadai. Tetapi bahan dapur yang akrab—Citri Reticulatae Pericarpium, atau Chenpi—telah lama digunakan untuk gangguan pencernaan. Sekarang, para ilmuwan akhirnya mengungkap potensi tersembunyinya.

Menggunakan ekstraksi berbantuan ultrasonik dipadukan dengan pelarut eutektik dalam alami (DESs), tim menyaring sepuluh kombinasi pelarut. Kolin klorida dengan metilurea memenangkan perlombaan, mengungguli pelarut tradisional. Optimasi dengan metodologi permukaan respons menunjukkan titik optimal: rasio cair-padat 20 mL/g, daya ultrasonik 400 W, waktu 52 menit, dan kadar air 65%.

Pada mencit dengan kolitis yang diinduksi DSS, ekstrak Chenpi bekerja efektif. Skor aktivitas penyakit menurun, penghalang usus dipulihkan, dan sitokin inflamasi ditekan. Ekstrak juga menyeimbangkan status redoks—kunci untuk meredakan peradangan.

Keajaiban sebenarnya? Chenpi menghambat tiga enzim spesifik—MPO, Elane, dan PAD4—yang terkait dengan jaring ekstraseluler neutrofil, pemicu kolitis. Metode ekstraksi hijau ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menawarkan harapan baru untuk terapi UC di masa depan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.