Ekstraksi Senyawa Fenolik dari Daun Celtuce (Lactuca sativa var. augustana) dengan Pelarut Eutektik Dalam Alami (NADES) Berbantuan Ultrasonik: Optimasi Proses dan Penelitian Mekanisme Ekstraksi

Li S. · Molecules · 2024 · 33 sitasi

Bayangkan mengubah daun selada menjadi tambang emas antioksidan menggunakan pelarut hijau alami dan gelombang suara. Itulah yang baru saja dilakukan para ilmuwan—dan mereka menemukan cara kerjanya.

Pelarut eutektik dalam alami, atau NADES, adalah bintang baru kimia hijau—tidak beracun, dapat terurai secara hayati, dan secara mengejutkan efektif dalam menarik senyawa berharga dari tanaman. Namun hingga kini, belum ada yang mengujinya pada daun celtuce, sayuran berdaun yang sering diabaikan padahal menyimpan kekayaan fenolik tersembunyi.

Para peneliti menyaring NADES tertentu, L-prolin-asam laktat (Pr-LA), dan menggabungkannya dengan ekstraksi berbantuan ultrasonik. Hasilnya mencolok: Pr-LA mengungguli pelarut tradisional, sebagaimana dikonfirmasi oleh SEM dan FT-IR, yang menunjukkan pelarut ini lebih efektif menghancurkan dinding sel, melepaskan lebih banyak senyawa fenolik.

Namun keajaiban sebenarnya terletak pada mekanismenya. Simulasi dinamika molekuler mengungkapkan bahwa Pr-LA membentuk ikatan hidrogen dan interaksi van der Waals yang lebih kuat dengan senyawa fenolik, meningkatkan kelarutannya. Tim kemudian mengoptimalkan proses menggunakan eksperimen faktor tunggal dan Box–Behnken, dan model kinetika orde kedua menggambarkan ekstraksi dengan sempurna dalam kondisi optimal—memberikan peta jalan untuk skala industri.

Ini bukan sekadar metode yang lebih hijau; ini adalah pemahaman yang lebih dalam tentang mengapa ia bekerja. Studi ini membuka jalan bagi ekstraksi berbasis NADES untuk menjadi arus utama, mengubah daun limbah menjadi sumber antioksidan alami yang berharga.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.