Ekstraksi berbantuan ultrasonik minyak atsiri Nigella sativa L menggunakan pelarut hijau dan enkapsulasinya dalam nanopartikel albumin
Jintan hitam bukan sekadar rempah—ia adalah peti harta karun senyawa terapeutik, dan para ilmuwan baru saja menemukan cara yang lebih hijau untuk membukanya. Dengan mengganti pelarut keras dengan pelarut eutektik dalam alami dan ultrasonik, mereka meningkatkan hasil minyak melebihi metode tradisional.
Tanaman obat didefinisikan oleh senyawa bioaktifnya, dan Nigella sativa, atau jintan hitam, adalah yang menonjol. Lama dihargai karena manfaat kesehatannya, kini menjadi fokus para peneliti dan industri farmasi. Namun, mengekstraksi minyak atsirinya secara tradisional bergantung pada pelarut keras seperti heksana dan petroleum eter, yang memiliki kekurangan.
Poin Kunci
- NADES dengan ultrasonik menghasilkan minyak 37,1% lebih banyak daripada Soxhlet.
- Nanopartikel albumin menjebak 89% minyak atsiri.
- Ukuran nanopartikel tumbuh dari 72 nm menjadi 102 nm.
Apakah ini membantu?
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.