Ekstraksi Metilxantin Berbantuan Ultrasonik dari Kulit Biji Kakao Menggunakan Pelarut Eutektik Dalam Alami Gliserol–Urea (NADES): Optimasi dan Penilaian Kehijauan

L Nascimento L. · ACS Omega · 2025 · 4 sitasi

Kulit biji kakao, yang sering dibuang sebagai limbah, menyimpan harta karun senyawa bioaktif—dan metode hijau baru mengungkapnya menggunakan campuran sederhana gliserol dan urea, dipandu oleh gelombang suara.

Bayangkan mengubah kulit biji kakao—limbah dari produksi cokelat—menjadi sumber metilxantin berharga seperti teobromin dan kafein. Para peneliti telah melakukannya, menggunakan pelarut eutektik dalam alami (NADES) dari gliserol dan urea, kombinasi yang murah, relevan untuk pangan, dan dapat digunakan kembali. Mereka mengoptimalkan proses dengan desain Doehlert, menguji waktu sonikasi dari 60 hingga 300 detik dan kadar air dari 30% hingga 70% per volume. Titik optimalnya adalah 45,5% air dan 4 menit ultrasonikasi, menghasilkan 29,18 mg teobromin dan 2,46 mg kafein per gram kulit kering, ditambah fenolik dan kapasitas antioksidan yang tinggi. Metode ini mendapat skor kehijauan tinggi (AGREE = 0,55, AGREEprep = 0,67), membuktikan ramah lingkungan. Dengan sonikasi singkat dan suhu moderat, pendekatan ini siap untuk ditingkatkan skalanya, menawarkan jalur berkelanjutan untuk mengubah limbah kakao menjadi bahan nutraceutical.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.