Ekstraksi Flavonoid dari Batang Erythrina crista-galli Berbantuan Ultrasonik menggunakan Pelarut Eutektik Dalam Alami: Optimasi Proses dan Evaluasi Antioksidan
Bagaimana jika kunci untuk membuka antioksidan alami terletak pada pelarut yang terbuat dari asam dan gula sehari-hari? Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa pelarut eutektik dalam alami dapat mengungguli etanol tradisional dalam mengekstraksi flavonoid dari pohon obat.
Pelarut Eutektik Dalam Alami (NADES) muncul sebagai pahlawan hijau di laboratorium, menggantikan pelarut organik keras dengan campuran senyawa alami. Namun hingga kini, kekuatannya belum diuji pada Erythrina crista-galli, pohon yang kaya flavonoid dengan potensi terapeutik. Studi ini menyelami celah tersebut, menggunakan ekstraksi berbantuan ultrasonik (UAE) untuk mengeluarkan molekul bioaktif ini secara efisien.
Di antara tiga belas formulasi NADES, satu menonjol: NADES11, campuran asam laktat, asam sitrat, dan gliserol dengan rasio molar 4,5:4,5:1. Formulasi ini menghasilkan total flavonoid tertinggi, dan tim mengoptimalkan proses dengan desain statistik. Titik optimal: 97 menit, 64°C, dan rasio pelarut terhadap bahan 1:25.
Saat membandingkan aktivitas antioksidan, NADES11 mengungguli etanol. Dalam uji DPPH, ABTS, dan FRAP, ekstrak NADES11 menunjukkan nilai yang jauh lebih tinggi—0,3690, 0,2965 mmol Trolox/g, dan 0,6095 mmol Fe²⁺/g—dibandingkan etanol yang hanya 0,0532, 0,0439, dan 0,1043. Ini menegaskan bahwa NADES tidak hanya mengekstrak lebih banyak flavonoid tetapi juga mempertahankan sifat antioksidannya, menawarkan jalur yang lebih hijau dan efektif untuk aplikasi nutraceutical dan farmasi.
Poin Kunci
- NADES11 (asam laktat, asam sitrat, gliserol) memberikan hasil flavonoid tertinggi.
- UAE optimal: 97 menit, 64°C, rasio pelarut 1:25.
- Ekstrak NADES11 menunjukkan aktivitas antioksidan hingga 7x lebih tinggi daripada etanol.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.