Ekstraksi Berbantuan Ultrasonik Klorofil dan Fikosianin dari Spirulina platensis

Minchev I. · Biointerface Research in Applied Chemistry · 2021 · 34 sitasi

Bagaimana jika kunci untuk membuka kekuatan super Spirulina terletak pada gelombang suara? Sebuah studi baru menunjukkan bahwa iradiasi ultrasonik dapat secara dramatis meningkatkan ekstraksi pigmen berharganya.

Spirulina platensis adalah alga biru-hijau mungil dengan reputasi raksasa. Ia kaya akan nutrisi dan senyawa penunjang kesehatan, menjadikannya bintang di bidang pangan, kosmetik, dan obat-obatan. Namun, mengeluarkan harta karun bioaktif dari selnya bukanlah perkara mudah. Metode tradisional lambat dan tidak efisien. Masuklah ultrasonik: alat hijau yang ampuh, mengguncang segalanya di tingkat molekuler.

Dalam studi ini, peneliti membandingkan sampel Spirulina yang berbeda—kering, beku-kering, dan beku—untuk melihat mana yang mengandung klorofil terbanyak. Sampel kering, SP 1, menang dengan total klorofil 9080 µg/g berat kering. Namun bintang sesungguhnya adalah fikosianin, pigmen biru dengan kekuatan antioksidan. Mereka menguji ekstraksi klasik versus ekstraksi berbantuan ultrasonik pada dua frekuensi, menggunakan air suling biasa.

Hasilnya mencolok. Setelah hanya 3 jam sonikasi pada 35 kHz, mereka mencapai hasil fikosianin tertinggi (2,5 mg/g berat kering) dan kemurnian 0,8. Itu lompatan efisiensi yang signifikan. Metode ini tidak hanya bekerja lebih baik—juga lebih hijau, mengurangi waktu proses dan biaya. Bagi industri yang mengandalkan Spirulina, ini bisa menjadi pengubah permainan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.