Ekstraksi flavonoid total dari Lysimachia christinae Hance menggunakan pelarut eutektik dalam dengan bantuan ultrasonik: optimasi menggunakan ANN-GA, karakterisasi, dan evaluasi aktivitas antihiperlipidemik secara in vitro dan in vivo
Bagaimana jika kunci untuk mengobati penyakit usus kronis tersembunyi dalam tanaman herbal umum, yang terbuka lewat trik kimia ramah lingkungan? Studi ini membuka kemungkinan itu dengan ultrasonik dan pelarut ramah lingkungan.
Kolitis ulseratif adalah penyakit radang usus yang membandel, dan pengobatan saat ini sering kurang memadai. Namun studi baru ini berpaling pada sekutu tak terduga: Chenpi, kulit jeruk kering, yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk masalah pencernaan. Tim peneliti menggunakan ekstraksi berbantuan ultrasonik dengan pelarut eutektik dalam (DESs)—alternatif yang lebih ramah lingkungan daripada bahan kimia keras—untuk menarik flavonoid dari tanaman Lysimachia christinae Hance. Mereka menguji sepuluh DESs dan menemukan campuran kolin klorida dan metilurea bekerja paling baik, lalu mengoptimalkan proses dengan metodologi permukaan respons. Titik optimalnya: rasio cair-padat 20 mL/g, daya ultrasonik 400 W, waktu 52 menit, dan kadar air 65%. Pada tikus hidup, ekstrak ini menjinakkan kolitis yang diinduksi DSS, menurunkan skor penyakit, memperbaiki penghalang usus, dan meredakan peradangan. Mekanismenya? Ekstrak ini menekan enzim kunci seperti MPO dan PAD4, yang memicu perangkap neutrofil dan kerusakan jaringan. Metode ekstraksi hijau ini dapat membuat senyawa bioaktif lebih mudah diperoleh, dan Chenpi menjadi kandidat nyata untuk terapi UC di masa depan.
Poin Kunci
- Ekstraksi DES berbantuan ultrasonik dioptimalkan untuk flavonoid.
- Kolin klorida-metilurea terbaik dari 10 DES yang diuji.
- Ekstrak mengurangi kolitis pada tikus melalui penekanan MPO/PAD4.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.