Ekstraksi berbantuan ultrasonik dan enzimatik untuk memulihkan tanin, flavonoid, dan terpenoid dari daun teh bekas menggunakan pelarut eutektik dalam alami

Vo T.P. · International Journal of Food Science and Technology · 2023 · 34 sitasi

Bagaimana jika rahasia kimia hijau tersembunyi di cangkir teh Anda? Daun teh bekas, limbah umum, kini diubah menjadi gudang senyawa bioaktif menggunakan pelarut eutektik dalam alami.

Dalam upaya ekstraksi berkelanjutan, para ilmuwan beralih ke pelarut eutektik dalam alami (NADES) sebagai alternatif hijau pengganti bahan kimia keras. Studi ini berfokus pada pemulihan tanin, flavonoid, dan terpenoid dari daun teh bekas, produk sampingan yang sering berakhir di tempat pembuangan akhir. Dengan menggabungkan NADES dengan ekstraksi berbantuan ultrasonik (UAE), tim mengoptimalkan kondisi untuk memaksimalkan hasil. Di antara 34 formulasi DES yang berbeda, kolin klorida/urea dengan 40% air muncul sebagai yang paling efektif, mencapai ekstraksi flavonoid tertinggi dari daun teratai—model tanaman yang terkait erat. Prosesnya tidak berhenti di situ: resin makropori (D-101) dipilih untuk memisahkan flavonoid dari DES, dan pelarut itu sendiri dapat didaur ulang dan digunakan kembali empat kali tanpa kehilangan efisiensi. Flavonoid yang diekstraksi menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat dalam lima uji (DPPH, ABTS, reduksi Fe3+, FRAP, dan pengkelat Fe2+) dan efek antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, dengan konsentrasi hambat minimal masing-masing 1666 µg/mL dan 208 µg/mL. HPLC mengidentifikasi tiga komponen utama: astragalin, hyperoside, dan isoquercitrin. Metode hijau dan efisien ini dapat merevolusi cara kita memulihkan senyawa berharga dari limbah tanaman, mengubah sampah menjadi harta karun.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.