Ekstraksi zat aktif dari akar Glycyrrhizae menggunakan pelarut eutektik dalam alami (NADES) berbasis sorbitol dan pemodelan teoretisnya

Yin X.s. · Food Chemistry · 2020 · 76 sitasi

Dapatkah kita memprediksi sifat kimia yang tepat dari pelarut ramah lingkungan menggunakan fisika dan termodinamika? Para peneliti telah merumuskan cetak biru teoretis untuk menguasai ekstraksi botani.

Para ilmuwan memulai studi untuk meneliti dan memodelkan bagaimana pelarut eutektik dalam alami (NADES) berbasis sorbitol mengekstrak zat aktif biologis dari akar Glycyrrhizae. Menggunakan landasan teoretis yang berakar pada fisika statistik, termodinamika, dan kimia fisik, tim menganalisis proses maserasi sederhana dengan rasio bahan tanaman dan pelarut 1:10 pada suhu 25 °C selama 24 jam. Mereka mengevaluasi standar seperti likurosida dan glisiram melalui teknik tingkat lanjut, termasuk RP-HPLC, kalorimetri pemindaian diferensial, dan spektroskopi impedansi.

Pengujian berbagai formulasi—seperti NADES sorbitol, asam malat, dan air; varian modifikasi gliserin; serta campuran sorbitol-etanol-air—mengungkapkan korelasi yang mencolok. Persamaan regresi untuk pelarut berbasis sorbitol cocok dengan prediksi teoretis dengan koefisien determinasi yang mengesankan: R2e = 0,993 untuk glisiram dan R2e = 0,976 untuk likurosida.

Secara krusial, tim menemukan bahwa konstanta dielektrik berfungsi sebagai kompas yang kuat. NADES berbasis sorbitol dengan konstanta dielektrik sekitar 33 terbukti setara dalam performa ekstraksi dengan pelarut sorbitol-etanol-air tertentu, sementara versi yang dimodifikasi menunjukkan bagaimana hasil ekstraksi bergeser dalam kisaran dielektrik tertentu. Kerangka kerja teoretis ini berhasil menjelaskan mekanisme ekstraksi dan memungkinkan pencarian terarah untuk pelarut hijau yang optimal.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.