Dampak Pelarut Eutektik Dalam Alami dan Metode Ekstraksi terhadap Ko-Ekstraksi Logam Jejak dari Fucus vesiculosus

Shikov A.N. · Marine Drugs · 2022 · 55 sitasi

Bisakah pelarut hijau menjadi rahasia ekstrak rumput laut yang lebih aman? Penelitian baru mengungkapkan bahwa pelarut eutektik dalam alami (NADES) menarik jauh lebih sedikit logam jejak dibandingkan pelarut tradisional—tanpa mengorbankan khasiat.

Ekstrak rumput laut dihargai dalam makanan dan obat-obatan, tetapi mereka dapat membawa penumpang yang tidak diinginkan: logam jejak. Sebuah tim menyelidiki apakah pelarut eutektik dalam alami (NADES)—kelas baru pelarut hijau—dapat mengekstrak senyawa bermanfaat dari Fucus vesiculosus tanpa ikut mengekstrak logam-logam ini. Hasilnya mengejutkan. Semua NADES yang diuji gagal memulihkan arsenik dan kobalt (di bawah batas deteksi), dan pemulihan barium, kalsium, besi, magnesium, mangan, strontium, dan seng di bawah 9%. Metode ekstraksi itu sendiri memiliki sedikit efek, kecuali untuk barium dan kalsium. Namun, kandungan air dalam NADES secara signifikan mempengaruhi pemulihan beberapa elemen. Aluminium dan kromium menunjukkan pemulihan yang bervariasi, berkisar dari 1,5% hingga 59,9%. Formulasi asam laktat:glukosa:H2O (5:3:1) menghasilkan kandungan logam terendah, sementara 60–80% air memberikan ekstraksi tertinggi. Yang penting, asupan harian yang dihitung dan indeks risiko—quotient bahaya, indeks bahaya, dan risiko karsinogenik—semuanya jauh di bawah ambang batas keamanan, menunjukkan tidak ada risiko kesehatan dari penggunaan topikal. Studi ini adalah yang pertama menunjukkan bahwa ekstrak NADES dari F. vesiculosus lebih aman daripada ekstrak dari air atau aseton 70%, menandai keuntungan signifikan untuk pelarut hijau ini.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.