Peningkatan Sinergis Pelepasan Bioaktif dan Aktivitas Antibakteri melalui Ekstraksi NADES dari Strychnos spinosa Lam yang Diberi Perlakuan Pra-Fermentasi Padat

Moyo R. · Lwt · 2026 · 0 sitasi

Buah Afrika yang tangguh menyembunyikan senyawa fenolik kuatnya di balik benteng dinding sel tanaman—sampai kombinasi cerdas fermentasi dan pelarut hijau berhasil membukanya.

Strychnos spinosa, tanaman asal Afrika sub-Sahara, menyimpan kekayaan fenoliknya jauh di dalam matriks lignoselulosa yang resisten. Metode ekstraksi konvensional kesulitan menembusnya. Namun, sebuah studi baru menawarkan strategi yang mengubah permainan: menggabungkan fermentasi padat dengan pelarut eutektik dalam alami (NADES).

Para peneliti memfermentasi bahan tanaman dengan Aspergillus oryzae, kemudian mengekstraknya menggunakan NADES berbasis kolin klorida-asam laktat. Hasilnya? Peningkatan hasil yang dramatis. Ekstraksi NADES terfermentasi (F-NADES) mencapai total kandungan fenolik 16,85 mg GAE/g, jauh melampaui metode etanol tanpa fermentasi yang hanya 10,25 mg GAE/g. Konstanta laju ekstraksi juga berlipat ganda, menunjukkan pemulihan yang lebih cepat dan efisien.

Mikroskopi dan spektroskopi mengonfirmasi bahwa fermentasi secara fisik merusak matriks dinding sel, melepaskan senyawa yang terikat. Profil metabolit tingkat lanjut mengungkapkan bahwa fermentasi mengubah glikosida fenolik menjadi aglikon yang lebih aktif, seperti apigenin dan luteolin. Perubahan ini menghasilkan efek antibakteri yang kuat: F-NADES menunjukkan konsentrasi hambat minimum (MIC) 0,78–6,50 mg/mL dan konsentrasi bakterisidal minimum (MBC) 1,56–12,50 mg/mL pada semua strain yang diuji.

Pendekatan sinergis ini tidak hanya memaksimalkan pelepasan bioaktif, tetapi juga menawarkan jalur berkelanjutan dan efisien menuju pengawet alami—mengubah buah yang keras menjadi harta karun.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.