Kombinasi Sinergis Pelarut Eutektik Dalam Alami dan Teknik Ekstraksi Hijau untuk Valorisasi Daun Kurma: Optimasi Interaksi Pelarut-Biomassa

Abdelrahman R. · Microchemical Journal · 2023 · 19 sitasi

Tahukah Anda bahwa lebih dari 120 juta pohon kurma menghasilkan 20–35 kg daun setiap tahunnya, yang menjadi beban lingkungan namun bisa menjadi harta karun antioksidan alami?

Daun kurma sering dibuang, padahal menyimpan kekayaan senyawa polifenolik yang bermanfaat bagi kesehatan. Studi ini berupaya mengungkap nilainya dengan kimia hijau, khususnya Pelarut Eutektik Dalam Alami (NADES) yang dipadukan dengan teknik ekstraksi mutakhir. Di antara pelarut yang diuji, NADES berbasis gliserol mengungguli yang berbasis sakarida dan asam organik, menghasilkan fenolik lebih tinggi. Para peneliti kemudian mengoptimalkan ekstraksi berbantuan gelombang mikro (MAE) dan ultrasonikasi (UAE) menggunakan desain faktorial. Menariknya, UAE-NADES terbukti kurang efektif, sementara MAE-NADES secara signifikan meningkatkan perolehan. Ekstrak MAE-NADES juga menunjukkan sifat bioaktif yang lebih unggul. Untuk menyempurnakan proses, digunakan desain Box-Behnken dari Metodologi Permukaan Respons. Kondisi optimalnya adalah konsentrasi NADES 49%, daya 800 W, dan waktu paparan gelombang mikro hanya 0,84 menit. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga selaras dengan prinsip ramah lingkungan, mengubah limbah menjadi sumber daya berharga bagi ekonomi gurun.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.