Valorisasi Berkelanjutan Fitokimia Fungsional dari Polygonum multiflorum Menggunakan Pelarut Eutektik Dalam Alami (NADES)
Bagaimana jika rahasia kimia hijau tersembunyi dalam campuran asam apel dan nutrisi umum? Para ilmuwan baru saja menggunakannya untuk membuka kekuatan tanaman obat legendaris.
Lupakan pelarut keras. Para peneliti beralih ke pelarut eutektik dalam alami (NADES) yang terbuat dari asam malat dan kolin klorida untuk mengekstrak senyawa bioaktif dari Reynoutria multiflora, yang juga dikenal sebagai Polygonum multiflorum. Dengan menambahkan hanya 10% air, mereka menciptakan sistem NADES 90% dengan viskositas dan transfer massa yang lebih baik, membuat proses ekstraksi lebih efisien.
Ekstrak yang dioptimalkan ini setara atau bahkan melampaui pelarut tradisional seperti air panas dan etanol 70% dalam menghasilkan senyawa kunci: THSG, emodin, dan physcion. Ekstrak ini juga menunjukkan pengayaan tanin polimer tertinggi dan aktivitas antioksidan unggul dalam berbagai pengujian. Profil GC/MS dan PLS-DA mengungkap spektrum volatil yang khas, sementara ekstrak ini secara kuat menghambat peroksidasi lipid dan menekan COX-2, menunjukkan potensi anti-inflamasi.
Di luar laboratorium, pendekatan ini dirancang untuk industri. NADES yang digunakan bersifat biodegradable, aman, dan kompatibel dengan makanan, menawarkan alternatif yang layak untuk pelarut konvensional. Metode ini dapat menjadikan P. multiflorum sebagai tanaman terbarukan untuk pangan fungsional, nutrasetikal, dan pengawet alami—dan bahkan dapat diperluas ke tanaman lain yang kurang dimanfaatkan, mendorong ekonomi sirkular.
Poin Kunci
- NADES (asam malat + kolin klorida) dengan 10% air meningkatkan efisiensi ekstraksi.
- Ekstrak optimal menghasilkan THSG, emodin, physcion setara pelarut konvensional.
- Menunjukkan aktivitas antioksidan, anti-inflamasi unggul dan kelayakan industri.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.