Ekstraksi Berkelanjutan Bahan Kosmetik Potensial dari Makroalga Laut Kolombia Menggunakan Pelarut Eutektik Dalam Alami

Tamayo-Rincón V.M. · Marine Drugs · 2025 · 4 sitasi

Bagaimana jika krim anti-penuaan berikutnya berasal dari rumput laut dan pelarut berbasis gula? Sebuah studi baru menunjukkan bahwa pelarut eutektik dalam alami dapat membuka senyawa berharga dari makroalga Karibia, menawarkan jalur yang lebih hijau untuk kosmetik.

Laut adalah harta karun senyawa bioaktif, dan makroalga Karibia Kolombia tidak terkecuali. Para peneliti mengumpulkan 12 sampel tanaman laut ini dan berupaya mengekstrak senyawa fenolik serta asam amino mirip mikosporin (MAA)—keduanya dihargai dalam kosmetik karena sifat antioksidan dan pelindung UV-nya.

Alih-alih mengandalkan pelarut tradisional yang keras, tim beralih ke pelarut eutektik dalam alami (NADES), kelas baru pelarut hijau yang terbuat dari bahan alami seperti betaine dan glukosa. Mereka menyiapkan beberapa NADES, mengukur viskositas, tegangan permukaan, pH, dan konduktivitasnya, lalu membandingkan efisiensi ekstraksinya dengan air.

Sementara larutan asam klorida 5% mengekstrak senyawa fenolik paling banyak secara keseluruhan, campuran NADES dari betaine, glukosa, dan air (rasio molar 1:1:5) muncul sebagai yang terbaik di antara pelarut hijau. Khususnya, Sargassum cf. ramifolium dan Sargassum fluitans menghasilkan kandungan fenolik tertinggi dengan NADES—masing-masing 29,2 dan 21,9 mg GAE/g berat kering.

MAA mudah dideteksi dalam beberapa sampel menggunakan ekstraksi sederhana dengan air dan ultrasonikasi diikuti pemindaian spektral UV, kemudian diidentifikasi dengan HPLC-DAD. Studi ini menunjukkan bahwa NADES adalah alternatif yang layak dan ramah lingkungan untuk mengekstrak bahan kosmetik berharga dari makroalga laut, berpotensi mengurangi jejak lingkungan industri kecantikan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.