Ekstraksi Berkelanjutan Senyawa Fitokimia Antioksidan dari Limbah Bawang Kuning untuk Pengembangan Produk Bernilai Tambah
Tahukah Anda bahwa kulit bawang yang Anda buang bisa menjadi tambang emas antioksidan? Penelitian ini mengubah limbah bawang kuning menjadi harta karun senyawa penyehat.
Setiap tahun, gunungan kulit bawang kuning berakhir sebagai limbah. Tapi para ilmuwan melihat potensi, bukan sampah. Mereka mengembangkan metode ekstraksi ramah lingkungan berbantuan ultrasonik untuk mengambil fitokimia berharga seperti polifenol dan flavonoid. Senyawa ini dihargai karena manfaat kesehatannya, dan bintang utamanya adalah quercetin, antioksidan kuat. Tim ini mengoptimalkan proses menggunakan desain Box–Behnken, menyesuaikan amplitudo ultrasonik, konsentrasi etanol, dan waktu. Hasilnya mengesankan: total polifenol mencapai 97,16 mg GAE/g DM, flavonoid hingga 26,46 mg QE/g DM, dan aktivitas antioksidan (CUPRAC) hingga 163,75 mg TE/g DM. Titik optimalnya adalah amplitudo 30%, etanol 53%, dan waktu 13 menit—menghasilkan nilai hampir maksimal. Ini berarti kulit bawang bisa menjadi sumber antioksidan murah dan berkelanjutan untuk makanan, kosmetik, atau farmasi. Jadi lain kali Anda mengupas bawang, ingatlah: Anda memegang potensi, bukan sampah.
Poin Kunci
- Ekstraksi berbantuan ultrasonik menghasilkan ekstrak kulit bawang kaya quercetin.
- Kondisi optimal: amplitudo 30%, etanol 53%, waktu 13 menit.
- Aktivitas antioksidan tinggi hingga 163,75 mg TE/g DM.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.