Ekstraksi Berkelanjutan Senyawa Fitokimia Antioksidan dari Limbah Bawang Kuning untuk Pengembangan Produk Bernilai Tambah

Rosca A.M. · Antioxidants · 2026 · 0 sitasi

Tahukah Anda bahwa kulit bawang yang Anda buang bisa menjadi tambang emas antioksidan? Penelitian ini mengubah limbah bawang kuning menjadi harta karun senyawa penyehat.

Setiap tahun, gunungan kulit bawang kuning berakhir sebagai limbah. Tapi para ilmuwan melihat potensi, bukan sampah. Mereka mengembangkan metode ekstraksi ramah lingkungan berbantuan ultrasonik untuk mengambil fitokimia berharga seperti polifenol dan flavonoid. Senyawa ini dihargai karena manfaat kesehatannya, dan bintang utamanya adalah quercetin, antioksidan kuat. Tim ini mengoptimalkan proses menggunakan desain Box–Behnken, menyesuaikan amplitudo ultrasonik, konsentrasi etanol, dan waktu. Hasilnya mengesankan: total polifenol mencapai 97,16 mg GAE/g DM, flavonoid hingga 26,46 mg QE/g DM, dan aktivitas antioksidan (CUPRAC) hingga 163,75 mg TE/g DM. Titik optimalnya adalah amplitudo 30%, etanol 53%, dan waktu 13 menit—menghasilkan nilai hampir maksimal. Ini berarti kulit bawang bisa menjadi sumber antioksidan murah dan berkelanjutan untuk makanan, kosmetik, atau farmasi. Jadi lain kali Anda mengupas bawang, ingatlah: Anda memegang potensi, bukan sampah.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.