Pendekatan berkelanjutan untuk ekstraksi likopen dari produk samping pengolahan tomat menggunakan pelarut eutektik hidrofobik
Bagaimana jika limbah kulit tomat menyimpan rahasia cara yang lebih bersih dan ramah lingkungan untuk memanen antioksidan kuat? Para ilmuwan kini mengubah limbah makanan menjadi senyawa kesehatan bernilai tinggi menggunakan campuran cairan cerdas.
Likopen adalah antioksidan kuat yang ditemukan dalam tomat, yang dihargai karena manfaat kesehatan dan nilai komersialnya. Secara tradisional, mengekstraksi senyawa non-polar berharga ini memerlukan pelarut organik yang berbahaya. Munculnya campuran eutektik hidrofobik (HEMs)—alternatif inovatif dan ramah lingkungan—dirancang untuk menggantikan bahan kimia berisiko tersebut.
Para peneliti meracik pelarut ramah lingkungan ini dengan menggabungkan DL-menthol dan asam laktat. Dengan memadukan campuran ini dengan ekstraksi berbantuan ultrasonik, tim menguji proses tersebut di bawah mikroskop menggunakan desain Box–Behnken dan metodologi permukaan respons. Mereka menyempurnakan variabel seperti suhu, rasio molar, volume pelarut, dan waktu untuk menemukan titik optimal guna hasil maksimal.
Angka ajaibnya? Suhu 70 °C, rasio molar 8:1, pelarut terhadap sampel sebanyak 120 mL/g, dan waktu ekstraksi yang sangat cepat yaitu 10 menit. Proses yang dioptimalkan ini menghasilkan 1446.6 µg/g likopen yang mengesankan, sesuai dengan prediksi dan membuktikan bahwa model tersebut bekerja. Dengan mengubah ampas tomat menjadi sumber daya bernilai, metode ini membuka jalan yang layak menuju kimia industri yang lebih hijau dan aman.
Poin Kunci
- Mengganti pelarut berbahaya dengan campuran eutektik hidrofobik
- Mengoptimalkan ekstraksi berbantuan ultrasonik menggunakan metodologi permukaan respons
- Mencapai hasil eksperimen likopen optimal sebesar 1446.6 µg/g
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.