Kelarutan dan stabilitas beberapa farmasi dalam formulasi berbasis pelarut eutektik dalam alami

Mustafa N.R. · Molecules · 2021 · 94 sitasi

Apa yang terjadi ketika Anda mencampurkan senyawa alami sehari-hari seperti gula dan asam organik ke dalam cairan revolusioner? Anda mendapatkan cara baru yang ampuh untuk menghantarkan obat-obatan membandel yang menolak larut dalam air.

Banyak obat penting berjuang dengan kekurangan mendasar: mereka sulit larut dalam air. Namun, jalur klinis seperti pemberian melalui selang makan dan parenteral secara ketat memerlukan formulasi cair. Masuklah Pelarut Eutektik Dalam Alami, atau NADES. Dibuat dengan mencampurkan bahan penyusun alami yang sederhana seperti gula, asam amino, asam organik, dan polialkohol dalam rasio molar yang tepat, campuran baru ini sedang mengubah ilmu farmasi.

Para peneliti menguji serangkaian NADES yang mengandung air untuk melihat seberapa efektif mereka dapat melarutkan obat-obatan yang sulit secara stabil pada konsentrasi dasar 5 mg/mL. Hasilnya terbukti sangat selektif. NADES berbasis kolin, netral asam, dan berbasis gula berhasil melarutkan kloral hidrat, ranitidin hidroklorida, dan metilfenidat hingga mencapai 250 mg/mL yang mencengangkan. Sementara itu, campuran asam laktat dan propilen glikol tertentu berhasil melarutkan spironolakton dan trimetoprim masing-masing hingga konsentrasi 50 dan 100 mg/mL.

Temuan ini menyoroti NADES sebagai wahana yang sangat menjanjikan untuk pengembangan obat cair. Meskipun demikian, sebelum formulasi ini mencapai klinik, penelitian mendatang harus mengevaluasi secara ketat stabilitas kimiawi dan ketersediaan hayati obat tersebut.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.