Optimasi simultan ekstraksi berbantuan gelombang mikro dan ultrasonik dari senyawa bioaktif kulit tempurung kacang mete (Anacardium occidentale L.)

da Silva J. · Biomass Conversion and Biorefinery · 2025 · 7 sitasi

Bagaimana jika rahasia antioksidan kuat tersembunyi di balik kulit kacang mete yang terbuang? Sebuah studi baru mengungkap potensi ini dengan metode ekstraksi hijau.

Kulit tempurung kacang mete sering dibuang sebagai limbah, padahal mungkin menyimpan harta karun senyawa bioaktif. Dalam studi ini, peneliti membandingkan tiga teknik ekstraksi hijau—ekstraksi berbantuan ultrasonik (UAE), etanol subkritis (Sbc-EtOH), dan CO2 superkritis (ScCO2)—untuk melihat mana yang paling baik mengungkap molekul berharga ini. Mereka fokus pada akar Rheum cordatum, tanaman yang dikenal khasiat obatnya, dan menguji ekstraknya terhadap empat strain bakteri: Staphylococcus aureus, Enterococcus faecalis, Pseudomonas aeruginosa, dan Escherichia coli.

Hasilnya mengejutkan. Ekstraksi CO2 superkritis, terutama pada tekanan rendah (100 bar), terbukti paling efektif. Metode ini mengekstrak mayoritas dari 53 senyawa fenolik, baik secara eksklusif maupun dalam jumlah tertinggi, dan ekstraknya menunjukkan aktivitas antioksidan terkuat. Ekstrak ScCO2-100 juga menunjukkan efek antimikroba yang kuat, dengan konsentrasi hambat minimum (MIC) berkisar antara 31,25 hingga 250 µg/mL.

Di antara senyawa yang teridentifikasi adalah asam galat, epikatekin galat, epigalokatekin galat, dan katekin. Studi penambatan molekuler mengungkap bahwa epikatekin berikatan kuat dengan beberapa protein target, menunjukkan potensi aplikasi terapeutik. Penelitian ini menyoroti janji metode ekstraksi hijau dalam memanfaatkan kimia alam untuk kesehatan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.