Ekstraksi Serentak Berbantuan Ultrasonik dengan Pelarut Eutektik Dalam Alami (NADES) untuk Senyawa Bioaktif dari Kulit Kayu Manis dan Kayu Secang sebagai Inhibitor Dipeptidil Peptidase IV

Ahmad I. · Molecules · 2020 · 30 sitasi

Dua rempah sederhana Indonesia, kayu manis dan kayu secang, mungkin menyimpan kunci untuk melawan diabetes tipe 2—dan pelarut hijau membuat ekstraksinya lebih cerdas.

Dalam perjuangan global melawan Diabetes Melitus Tipe 2 (T2DM), produk alami adalah harta karun. Industri herbal Indonesia telah lama menggabungkan kayu manis (Cinnamomum burmannii) dan kayu secang (Caesalpinia sappan) karena manfaatnya yang dilaporkan. Namun, mengekstrak senyawa bioaktifnya secara efisien dan berkelanjutan merupakan tantangan. Kini, para ilmuwan beralih ke pelarut eutektik dalam alami (NADES)—alternatif hijau untuk pelarut organik keras—dipadukan dengan ultrasonik untuk menarik senyawa-senyawa baik tersebut secara serentak.

Dengan menggunakan NADES kolin klorida–gliserol, tim mengekstrak senyawa dari kedua tanaman dan menguji kemampuan mereka untuk memblokir dipeptidil peptidase IV (DPP IV), enzim yang mengatur gula darah. Hasilnya mengejutkan: ekstrak kayu manis menunjukkan IC50 sebesar 205,0 µg/mL, sedangkan kayu secang memiliki nilai yang lebih kuat, 1254,0 µg/mL. Namun ada twist—ketika mereka mengidentifikasi komponen aktif, hanya brazilin dari kayu secang yang benar-benar memberikan inhibisi. Penanda dari kayu manis—trans-sinnamaldehida, kumarin, dan asam trans-sinamat—tidak menunjukkan aktivitas signifikan.

Untuk memastikan, simulasi penambatan molekuler mengonfirmasi ikatan kuat brazilin dengan DPP IV, sementara senyawa kayu manis menunjukkan interaksi lemah. Ini tidak mengabaikan peran kayu manis dalam ramuan tradisional, tetapi menyoroti bahwa kayu secang mungkin merupakan inhibitor DPP IV yang sesungguhnya. Studi ini tidak hanya memvalidasi metode ekstraksi hijau, tetapi juga menunjukkan brazilin sebagai kandidat menjanjikan untuk pengelolaan T2DM. Lain kali Anda menikmati ramuan herbal, ingatlah: sains baru mulai mengungkap rahasianya.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.