Ekstraksi sekuensial hidroksitirosol, manitol, dan asam triterpenat menggunakan prosedur hijau teroptimasi berbasis ultrasonik

Gómez-Cruz I. · Antioxidants · 2021 · 16 sitasi

Limbah zaitun bukanlah sampah—ia adalah peti harta karun senyawa penyehat. Kini, para ilmuwan menemukan cara hijau bertenaga ultrasonik untuk membukanya secara bertahap.

Biomassa dari zaitun kaya akan senyawa bioaktif yang menawarkan manfaat antioksidan, rasa manis, dan kesehatan. Namun, hingga kini, memisahkannya satu per satu merupakan tantangan. Studi baru ini mengatasinya dengan metode ramah lingkungan: ekstraksi air berbantuan ultrasonik (UAWE). Teknik ini menggunakan gelombang suara dalam air untuk melepaskan molekul berharga dari ampas zaitun yang telah diekstrak (EOP)—padatan sisa setelah ekstraksi minyak.

Tim mengoptimalkan proses menggunakan desain Box–Behnken, menguji amplitudo, waktu, dan beban padatan. Titik optimalnya: amplitudo 80%, beban padatan 11,5%, dan waktu 16 menit. Hasilnya mengesankan—kadar fenolik total 40,04 mg/g, hidroksitirosol 6,42 mg/g, dan manitol 50,92 mg/g. Ekstrak juga menunjukkan aktivitas antioksidan kuat, diukur dengan uji FRAP dan ABTS. Kromatografi cair-spektrometri massa mengonfirmasi hidroksitirosol sebagai senyawa utama, dengan turunan minor lainnya turut teridentifikasi.

Setelah ekstraksi pertama, padatan sisa diperiksa. Mikroskop elektron payar mengungkap perubahan struktural pada ampas, dan komposisi kimianya dikarakterisasi untuk pemanfaatan lanjut. Kemudian, langkah kedua: mengekstrak triterpena, seperti asam maslinat dan oleanolat, dari padatan sisa. Hebatnya, pra-perlakuan ultrasonik meningkatkan ekstraksi kedua ini, bahkan tanpa penggilingan pelet. Pendekatan sekuensial ini mengubah limbah zaitun menjadi biorefinery multi-produk, memaksimalkan nilai sambil tetap hijau.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.