Ekstraksi Selektif dan Stabilisasi Senyawa Bioaktif dari Daun Rosemary Menggunakan NADES Biphasic
Bagaimana jika satu pelarut hijau bisa menarik antioksidan yang menyukai minyak dan air dari satu herba secara bersamaan? Itulah yang dicapai studi baru pada daun rosemary.
Rosemary telah menjadi herba obat sejak zaman kuno, dihargai karena kekuatan antioksidannya. Sekarang, para ilmuwan menemukan cara modern untuk membukanya—menggunakan pelarut eutektik dalam alami, atau NADES, yang dapat terurai secara hayati, beracun rendah, dan ramah lingkungan. Tujuannya? Mengekstrak senyawa bioaktif kunci seperti asam rosmarinat, karnosol, dan asam karnosat tanpa bahan kimia keras.
Dua sistem NADES diuji: satu terbuat dari mentol dan asam laurat (2:1) menunjukkan preferensi jelas pada senyawa nonpolar, menarik asam karnosat dan karnosol. Sistem lainnya, asam laktat dan glukosa (5:1), lebih menyukai asam rosmarinat yang polar. Alih-alih memilih salah satu, tim menggabungkannya menjadi sistem biphasic—dua cairan yang tidak bercampur—dan mengekstrak kedua jenis senyawa dalam satu langkah.
Hasilnya mencolok: fase polar menghasilkan 1,00 mg asam rosmarinat dan 0,26 mg asam kafeat per gram rosemary, sementara fase nonpolar menghasilkan 2,30 mg karnosol dan 17,54 mg asam karnosat. Lebih baik lagi, senyawa ini tetap stabil selama berbulan-bulan. Asam karnosat dalam NADES hanya kehilangan 25% aktivitas antioksidannya setelah tiga bulan, sedangkan dalam metanol ia hilang dalam 15 hari.
Pendekatan selektif, stabilisasi, dan satu langkah ini bisa menjadi pengubah permainan bagi industri farmasi, makanan, dan kosmetik—mengubah herba sederhana menjadi sumber bioaktif kuat yang berkelanjutan.
Poin Kunci
- NADES biphasic mengekstrak bioaktif polar dan nonpolar dalam satu langkah.
- Mentol:asam laurat (2:1) secara selektif menargetkan asam karnosat dan karnosol.
- Asam karnosat dalam NADES stabil 3 bulan; hanya kehilangan 25% aktivitas.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.