Perolehan Senyawa Bioaktif dari Daun Bit melalui Ekstraksi Simultan: Pemodelan dan Optimasi Proses

Bengardino M.B. · Food and Bioproducts Processing · 2019 · 47 sitasi

Bagaimana jika pucuk daun bit—yang biasanya dibuang—menyimpan harta karun senyawa penyehat? Para ilmuwan baru saja menemukan cara sederhana dan ramah lingkungan untuk mengeluarkannya.

Daun bit sering dibuang sebagai limbah, padahal kaya akan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi industri pangan. Dalam studi terbaru, para peneliti berupaya memulihkan molekul berharga ini menggunakan metode ekstraksi cair-padat yang ramah lingkungan. Tujuannya: memaksimalkan hasil total senyawa fenolik (TPC), betasianin (BC), dan betaxantin (BX) secara bersamaan.

Pertama, mereka menguji ekstraksi pada suhu 30°C dan 80°C. Hasilnya menunjukkan bahwa waktu lebih dari 60 menit justru merusak pigmen betalain, sehingga waktu menjadi faktor kunci. Selanjutnya, dengan desain Plackett-Burman, mereka mengidentifikasi suhu, konsentrasi etanol (%EtOH), dan rasio padat-cair sebagai variabel paling berpengaruh. Terakhir, metodologi permukaan respons digunakan untuk menyempurnakan faktor-faktor tersebut hingga mencapai titik optimal.

Kondisi optimalnya adalah 61°C, etanol 80%, dan rasio padat-cair 1:10. Pada kondisi ini, mereka memperoleh 31,7 mg ekuivalen asam galat per gram bahan kering untuk TPC, 0,78 mg/g untuk BC, dan 2,17 mg/g untuk BX. Hasilnya? Ekstrak merah-ungu cerah yang kaya fenolik—bahan menjanjikan dengan dampak lingkungan rendah untuk aplikasi pangan masa depan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.