Ekstraksi Hijau Berbasis Propilen Glikol untuk Polifenol dari Batang Hemp Industri: Optimasi Proses dan Penilaian Bioaktivitas
Bagaimana jika batang hemp industri yang dibuang bisa menjadi harta karun senyawa penyembuh kulit dan pelawan bakteri?
Hemp industri adalah tanaman superstar, tetapi batangnya sering berakhir sebagai limbah setelah produksi serat. Sekarang, para ilmuwan menemukan cara untuk mengubah produk sampingan ini menjadi tambang emas bioaktif menggunakan pelarut hijau berbasis propilen glikol dan bantuan ultrasonik. Dengan menyesuaikan kondisi ekstraksi—30 menit, rasio pelarut terhadap padatan 28,25 mL/g, dan konsentrasi propilen glikol 32,72%—mereka menghasilkan ekstrak yang kaya akan polifenol dan senyawa bermanfaat lainnya.
Ekstrak ini, yang disebut HUPG, menunjukkan aktivitas antioksidan yang mengesankan dan mengandung 18 fitokimia, termasuk asam isofeurat, asam m-kumarat, dan asam kelidonat. Ekstrak ini juga melawan patogen umum seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, serta mengurangi peradangan dengan menghambat 5-lipoxygenase dan menangkap radikal nitrat oksida. Dalam uji laboratorium, HUPG menekan produksi nitrat oksida pada sel imun dan mempercepat penutupan luka pada sel kulit, dengan tingkat penutupan 51,92% pada konsentrasi 10 mg/mL.
Temuan ini menunjukkan bahwa batang hemp, yang sebelumnya dibuang, dapat menjadi sumber berkelanjutan untuk kosmetik dan farmasi. Studi ini tidak hanya menambah nilai pada limbah pertanian tetapi juga membuka pintu untuk bahan-bahan alami yang ramah lingkungan.
Poin Kunci
- Ekstraksi hijau dengan propilen glikol dan ultrasonik meningkatkan polifenol dari batang hemp.
- Ekstrak HUPG melawan bakteri, mengurangi peradangan, dan mempercepat penyembuhan luka.
- 18 fitokimia teridentifikasi, termasuk asam isofeurat, asam m-kumarat, dan asam kelidonat.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.