Potensi Penggunaan Sargassum muticum sebagai Sumber Biostimulan Tanaman setelah Tiga Metode Pengeringan yang Berbeda

Baltrusch K. · Journal of Applied Phycology · 2023 · 20 sitasi

Bagaimana jika rumput laut invasif bisa menjadi sahabat terbaik petani? Penelitian baru mengubah gangguan pesisir menjadi aset pertanian berkelanjutan.

Sargassum muticum, rumput laut cokelat invasif, sering menjadi momok bagi ekosistem pesisir. Namun para ilmuwan melihat emas di balik gelombang hijau ini. Dengan mengekstraksi senyawa berharga dari biomassanya, mereka bertujuan menciptakan biostimulan tanaman—sebuah langkah menuju pertanian yang lebih berkelanjutan.

Prosesnya dimulai dari padatan yang dipres dari rumput laut, diolah melalui autohidrolisis, metode ekstraksi ramah lingkungan. Kemudian, peneliti membandingkan tiga teknik pengeringan: semprot, beku, dan udara konvektif. Pengeringan semprot, metode bertekanan rendah, paling baik menjaga senyawa bioaktif dan menunjukkan potensi biostimulan terbaik.

Dalam bioassay dengan selada air (Nasturtium officinale), tidak ada efek fitotoksik yang muncul, meskipun konduktivitas listrik tinggi pada sebagian besar ekstrak. Ekstrak kering sebagian besar amorf, meskipun pengeringan semprot pada 50°C atau pengeringan konvektif pada 40°C kadang membentuk kristal.

Perkembangan akar meningkat signifikan dengan 5 mg/L ekstrak semprot dan 50 mg/L ekstrak beku. Indeks vitalitas Munoo-Liisa mencapai puncak pada 50 mg/L beku, menyoroti pentingnya pilihan pengeringan. Penelitian ini membuka jalan untuk mengubah masalah ekologis menjadi sumber daya, satu akar pada satu waktu.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.