Potensi Biomassa Mikroalga sebagai Sumber Karotenoid Menggunakan Pelarut Eutektik Dalam Alami
Mikroalga hijau kecil mungkin memegang kunci untuk cara yang lebih ramah lingkungan dalam mengekstrak nutrisi penting—menggunakan pelarut yang terbuat dari asam lemak. Namun, dapatkah campuran alami ini mengungguli bahan kimia tradisional?
Mikroalga seperti Chlorella vulgaris kaya akan karotenoid—antioksidan kuat yang memberi warna cerah pada tanaman. Namun, mengekstraknya sering memerlukan pelarut keras dan beracun. Sekarang, para ilmuwan beralih ke kelas pelarut baru yang disebut Natural Hydrophobic Deep Eutectic Solvents (NaHDESs), yang seluruhnya terbuat dari asam lemak. Pelarut ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga sangat efektif. Dalam studi terbaru, para peneliti menyaring tujuh NaHDES viskositas rendah, masing-masing terdiri dari asam lemak yang bertindak sebagai donor dan akseptor ikatan hidrogen. Di antaranya, campuran asam nonanoat dan dodekanoat (3:1) menonjol sebagai yang paling menjanjikan. Menggunakan desain Box-Behnken, mereka mengoptimalkan rasio pelarut, rasio sampel, dan waktu ekstraksi untuk memaksimalkan pemulihan karotenoid. Hasilnya mengesankan: dalam kondisi optimal, mereka memulihkan 2,00 mg/mL total karotenoid, termasuk lutein, zeaxanthin, dan β-karoten. Ekstrak juga menunjukkan aktivitas antioksidan kuat, dengan inhibisi 9,13% per mL. Yang penting, NaHDES ini mengungguli aseton, pelarut umum tetapi beracun. Temuan ini menunjukkan bahwa NaHDES bisa menjadi alternatif berkelanjutan untuk mengekstrak senyawa bioaktif dari mikroalga, membuka jalan untuk produksi makanan dan suplemen yang lebih hijau.
Poin Kunci
- Karotenoid Chlorella vulgaris diekstrak dengan NaHDESs
- Asam nonanoat/dodekanoat (3:1) NaHDES paling efektif
- NaHDES mengungguli aseton dalam aktivitas antioksidan
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.