Potensi Ekstraksi Hijau Menggunakan Pelarut Eutektik Dalam yang Dapat Dimakan terhadap Bioaktivitas Ekstrak Rimpang Curcuma aromatica untuk Aplikasi Pangan
Bagaimana jika rahasia untuk membuka kekuatan penyembuhan alam terletak pada cairan sederhana yang dapat dimakan—bukan bahan kimia keras? Para ilmuwan baru saja menemukan cara yang lebih hijau untuk mengekstrak antioksidan kuat dari kerabat kunyit yang harum.
Kerabat kunyit yang kurang dikenal, Curcuma aromatica, kaya akan senyawa obat. Namun metode ekstraksi tradisional sering mengandalkan pelarut beracun. Sekarang, peneliti beralih ke pelarut eutektik dalam (DES) yang dapat dimakan—cairan yang terbuat dari bahan alami seperti asam laktat, glukosa, dan asam sitrat—untuk membuka manfaat ini secara berkelanjutan.
Hasilnya mencolok. Tergantung pada campuran pelarut, total kandungan fenolik berkisar antara 2,67 hingga 19,36 mg GAE/g, sementara flavonoid mencapai 259,19 mg QE/g. Ekstrak menunjukkan kekuatan antioksidan yang mengesankan, dengan nilai IC50 20,60 mg/ml untuk penangkapan radikal bebas dan 11,02 mg/ml untuk inhibisi peroksidasi lipid. Mereka juga menghambat tirosinase, enzim yang terkait dengan pigmentasi.
Tiga formulasi—D2 (asam laktat + glukosa), D5 (asam sitrat + fruktosa), dan D6 (asam sitrat + glukosa)—terbukti tidak beracun bagi sel pada konsentrasi rendah. Ekstrak yang sama menunjukkan aktivitas anti-inflamasi, dengan nilai IC50 antara 0,64 dan 1,25 μg/ml. Analisis HPLC mengonfirmasi kandungan kurkumin, dengan D2 menunjukkan yang tertinggi pada 74,05 μg/g.
Pendekatan hijau ini tidak hanya mempertahankan bioaktivitas tetapi juga menawarkan jalur yang aman dan dapat dimakan untuk mengembangkan produk kesehatan baru. Masa depan ekstraksi alami mungkin ada di dapur Anda.
Poin Kunci
- D
- E
- S
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.