Polifenol dan Flavonoid dalam Cangkang Trapa dari Berbagai Daerah Produksi di Tiongkok: Identifikasi, Ekstraksi Ramah Lingkungan, dan Analisis Kuantitatif

Liu Y. · Industrial Crops and Products · 2025 · 5 sitasi

Tumpukan cangkang trapa yang dibuang ternyata menyimpan harta karun senyawa bioaktif—dan kini para peneliti punya resep ramah lingkungan untuk menggalinya.

Bayangkan gunungan sampah pertanian yang diam-diam kaya akan molekul bermanfaat. Cangkang trapaselama ini dianggap limbah, tetapi penelitian baru mengungkap bahwa cangkang tersebut mengandung polifenol dan flavonoid—senyawa yang dikenal karena aktivitas antioksidannya. Dengan analisis metabolomik tertarget, para ilmuwan mengidentifikasi enam polifenol, termasuk pirogalol dan naringenin, serta enam flavonoid dari cangkang tersebut.

Untuk mengekstrak senyawa ini secara efisien, tim peneliti merancang pelarut eutektik dalam (NADES) berbasis L-prolin dan 1,4-butanediol. Pelarut hijau ini memaksimalkan pengambilan polifenol dan flavonoid, menggantikan pelarut organik beracun. Kemudian, metode kuantifikasi berbasis UPLC-MS/MS dikembangkan untuk mengukur kadar senyawa tersebut secara akurat.

Ketika metode ini diterapkan pada sampel cangkang trapaseluruh Tiongkok, hasilnya menunjukkan variasi yang menarik. Sampel dari wilayah timur memiliki kandungan senyawa bioaktif yang lebih tinggi, terutama polifenol, dibandingkan sampel dari daerah lain. Temuan ini membuka peluang untuk memanfaatkan limbah pertanian sebagai sumber senyawa bernilai tinggi, sekaligus mendorong praktik berkelanjutan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.