Ekstraksi Diperkaya Polifenol dari Thunbergia laurifolia Menggunakan Pelarut Eutektik Dalam Alami untuk Aktivitas Antioksidan dan Anti-inflamasi yang Ditingkatkan

Srimawong C. · Rsc Advances · 2025 · 9 sitasi

Bagaimana jika kunci untuk membuka kekuatan penyembuhan tanaman terletak bukan pada bahan kimia keras, melainkan pada pelarut hijau alami? Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa mengganti etanol tradisional dengan pelarut eutektik dalam alami dapat melipatgandakan hasil polifenol dari tanaman obat Asia Tenggara.

Thunbergia laurifolia, tanaman yang dihormati dalam pengobatan tradisional Asia Tenggara karena sifat detoksifikasi dan anti-inflamasinya, selama ini diekstraksi menggunakan air mendidih atau etanol. Namun metode ini lambat dan sering melewatkan senyawa berharga. Kini, para peneliti beralih ke kelas baru pelarut hijau yang disebut Pelarut Eutektik Dalam Alami (NADES) untuk melakukan pekerjaan ini dengan lebih baik.

Dalam perbandingan langsung, NADES yang terbuat dari kolin klorida atau L-prolin secara signifikan mengungguli etanol 95% tradisional. Analisis HPLC mengungkapkan bahwa ekstrak NADES mengandung polifenol sekitar tiga kali lebih banyak—molekul obat kunci tanaman—dibandingkan ekstrak etanol. Ini berarti ramuan yang lebih kuat dengan jejak lingkungan yang lebih kecil.

Ekstrak kemudian diuji aktivitas biologisnya. Menggunakan uji DPPH dan FRAP, plus model sel makrofag, tim menemukan bahwa kombinasi L-prolin dan 1,4-butanediol menunjukkan kekuatan antioksidan yang lebih baik dan efektif meredam peradangan. Ini mengurangi ekspresi gen inflamasi kunci—iNOS, COX-2, 5-LOX, dan IL-6—tanpa membahayakan sel.

Studi ini menempatkan L-prolin dan 1,4-butanediol sebagai pelarut hijau universal, aman, dan siap pakai untuk mengekstrak fitokimia. Ini adalah langkah menuju produk alami yang lebih berkelanjutan, efektif, dan meningkatkan kesehatan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.