Diskriminasi Fitokimia, Aktivitas Biologis, dan Penambatan Molekuler Inhibitor Larut Air dari Herba Saussurea costus terhadap Protease Utama SARS-CoV-2

Idriss H. · Molecules · 2022 · 18 sitasi

Ramuan herbal berusia 10.000 tahun mungkin menyimpan rahasia baru melawan COVID-19—dan kali ini, semuanya tentang air.

Pengobatan Siddha, salah satu tradisi penyembuhan tertua di dunia, telah dipraktikkan secara diam-diam selama lebih dari 10.000 tahun. Kini, para ilmuwan beralih ke khazanah botani mereka, khususnya Saussurea costus, untuk memburu inhibitor larut air terhadap protease utama SARS-CoV-2. Mengapa larut air? Karena senyawa yang mudah larut dalam air lebih bioavailabel dan lebih mudah dibuang oleh tubuh—keuntungan praktis dalam desain obat.

Dengan metode ekstraksi hijau menggunakan air pada suhu kamar, peneliti mengidentifikasi 48 senyawa melalui GC-MS. Asam lemak mendominasi profil dengan 73,8%, diikuti tanin (8,2%), karbohidrat (6,9%), dan sejumlah kecil terpenoid, asam karboksilat, serta lainnya. Dari jumlah tersebut, 22 senyawa ditambatkan ke sisi aktif Mpro, berfokus pada pasangan katalitik His41 dan Cys145. Pengikat terbaik—4,8,13-Cyclotetradecatriene-1,3-diol, Andrographolide, dan delta.4-Androstene-3.beta.,17.beta.-diol—menunjukkan afinitas pengikatan antara −6,1 hingga −6,5 kkal/mol.

Namun cerita tidak berakhir di penambatan. Dalam uji pseudovirus, ekstrak air tidak memblokir masuknya virus, juga tidak membunuh virus secara langsung; sebaliknya, ia menghambat SARS-CoV-2 setelah masuk sel. Ekstrak juga menunjukkan aktivitas melawan HSV-1 dan dua strain bakteri, Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Koleksi inhibitor Mpro larut air yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Saussurea costus ini membuka jalan yang ramah lingkungan dan menjanjikan untuk pengembangan obat antivirus.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.