Kandungan Fitokimia, Potensi Antioksidan dan Antimikroba Ekstrak Althaea officinalis L. yang Disiapkan dengan Pelarut 'Hijau' Klasik dan Natural Deep Eutectic Solvents

Memdueva N. · Molecules · 2026 · 0 sitasi

Marshmallow bukan hanya untuk s'mores—ekstraknya bisa menjadi lemari obat alami, ampuh melawan bakteri. Tapi rahasianya bukan pada gulanya, melainkan pada kimia hijau yang digunakan untuk mengungkapnya.

Marshmallow (Althaea officinalis L.) telah lama menjadi bahan utama dalam industri makanan dan farmasi, berkat kandungan senyawa bioaktifnya yang kaya. Namun, cara kita mengekstrak harta karun ini sangat penting—dan para ilmuwan beralih ke pelarut yang lebih hijau. Dalam penelitian ini, para peneliti membandingkan ekstrak hidroetanolik klasik dengan natural deep eutectic solvents (NADES) dari daun, bunga, dan akar tanaman, menggunakan kromatografi dan spektrofotometri untuk membedah kimianya. Hasilnya mengesankan: HPLC-MS mengungkap 35 metabolit sekunder, terutama turunan asam hidroksisinamat dan glikosida flavonoid. Sementara itu, GC-MS mendeteksi sepuluh asam amino bebas, tujuh asam organik, dan berbagai gula, dengan konsentrasi yang bervariasi tergantung bagian tanaman. Ekstrak etanolik memiliki kandungan fenolik total tertinggi (hingga 176 mg GAE/L), sementara ekstrak bunga unggul dalam aktivitas antioksidan (DPPH hingga 89 µmol TE/L). Saat diuji terhadap mikroba, ekstrak NADES1 menunjukkan aktivitas antibakteri yang signifikan, dengan zona hambat hingga ~34 mm, tetapi ekstrak NADES2 sebagian besar tidak aktif. Efek antijamur dapat diabaikan di semua sampel. Kesimpulannya? Pelarut hijau dapat membuka bioaktivitas yang kuat, tetapi tidak semuanya sama—dan kimia tanaman adalah tarian yang rumit dan spesifik untuk setiap organ.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.