Optimasi Ekstraksi Berbantuan Ultrasonik Senyawa Bioaktif dari Daun Canthium horridum Blume Menggunakan Poliol: Studi Aktivitas Terkait Kulit

Myo H. · Heliyon · 2024 · 18 sitasi

Bagaimana jika rahasia kosmetik yang lebih ramah lingkungan terletak pada ekstrak tumbuhan yang dibuat dengan bahan sehari-hari seperti gliserin dan butilen glikol? Sebuah studi baru menunjukkan bahwa ultrasonik dan campuran poliol sederhana dapat membuka senyawa bermanfaat bagi kulit dari daun Canthium horridum.

Dorongan untuk meninggalkan pelarut organik keras membuat para ilmuwan beralih ke resep alami. Canthium horridum, tumbuhan dengan khasiat antioksidan dan anti-inflamasi yang dikenal, kini menjadi pusat revolusi ekstraksi yang lebih hijau. Para peneliti mengganti pelarut tradisional dengan campuran air, gliserin, dan butilen glikol—poliol yang umum dan ramah kulit—serta menggunakan ultrasonik untuk mempercepat proses.

Dengan desain statistik yang cerdik, mereka menentukan campuran pelarut ideal: sekitar 32,6% butilen glikol, 32,9% gliserin, dan 34,5% air. Mereka juga menemukan titik optimal ekstraksi: hanya 15 menit dengan rasio pelarut terhadap bahan 32,94:1. Metode berbantuan ultrasonik ini, dijuluki GB-UAE, berhasil menarik lebih banyak senyawa fenolik dan menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih kuat dibandingkan ekstraksi berbasis etanol.

Ekstrak ini kaya akan senyawa bioaktif seperti turunan kuersetin dan asam kafeoilkuinat. Lebih baik lagi, ekstrak ini lebih ramah terhadap sel kulit daripada ekstrak etanol, menunjukkan viabilitas sel yang lebih tinggi dan bahkan efek pengurangan melanin yang sebanding pada konsentrasi lebih tinggi. Langkah menjanjikan menuju bahan kosmetik yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.