Mengoptimalkan Metode Ekstraksi Hijau untuk Memaksimalkan Potensi Biologis Ekstrak Biji Dandelion, Milk Thistle, dan Chamomile

Milovanovic S. · Foods · 2024 · 6 sitasi

Bagaimana jika biji yang Anda buang menyimpan kunci melawan superbug dan kanker? Sebuah studi baru mengubah limbah pertanian menjadi harta karun senyawa bioaktif.

Lupakan daun dan bunga—biji dandelion, milk thistle, dan chamomile adalah pahlawan tersembunyi dari keluarga Asteraceae. Para peneliti menguji tiga metode ekstraksi hijau—supercritical fluid, ultrasound, dan Soxhlet—untuk membuka potensi tersembunyi mereka. Menggunakan CO2 superkritis, mereka memperoleh hingga 281 mg/g minyak dari biji asli, sementara metode berbasis etanol memulihkan tambahan 142 mg/g dari biji limbah.

Yang mengejutkan, biji limbah memiliki kekuatan yang lebih besar. Ekstraknya menunjukkan aktivitas antioksidan kuat, dengan nilai IC50 serendah 0,3 mg/mL, dan melawan 32 strain mikroba, termasuk Staphylococcus aureus yang resisten methicillin. Senyawa fenolik melonjak hingga 2126 mg GAE/g, bersama flavonoid dan klorofil A. Lebih mencolok lagi, ekstrak biji milk thistle limbah secara selektif menargetkan sel kanker, dengan indeks selektivitas 1,9–2,7.

Minyak dari biji asli, meskipun kurang bioaktif, sangat cocok untuk aplikasi makanan. Sementara itu, ekstrak limbah yang kecil namun kuat bisa menjadi kandidat farmasi. Ini bukan sekadar limbah—ini apotek yang menyamar.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.