Optimasi Ekstraksi Hijau UAE-NADES Senyawa Bioaktif dari Kecambah Chickpea (Cicer arietinum L.) menggunakan Metodologi Desain Campuran Simplex Lattice

Khalid W. · Ultrasonics Sonochemistry · 2025 · 24 sitasi

Bagaimana jika rahasia antioksidan yang lebih baik terletak pada kecambah chickpea yang sederhana dan pelarut hijau yang terbuat dari bahan dapur? Para ilmuwan kini telah mengoptimalkan ekstraksi ramah lingkungan ini untuk membuka harta karun senyawa penyehat.

Lupakan bahan kimia keras. Para peneliti beralih ke Pelarut Eutektik Dalam Alami (NADES)—alternatif hijau—untuk menarik senyawa bioaktif dari kecambah chickpea secara lembut. Mereka mencampur asam sitrat, gliserol, dan air, lalu menggunakan alat statistik bernama desain campuran simplex lattice untuk menemukan campuran yang sempurna. Ekstraksi hanya memakan waktu 30 menit dalam penangas ultrasonik, menjadikannya efisien dan ramah lingkungan.

Formulasi NADES yang dioptimalkan memberikan hasil yang mengesankan: total kandungan polifenol mencapai 128,0 mg GAE/100 g, total flavonoid 38,61 mg CE/100 g, dan aktivitas antioksidan melonjak hingga 2117 µmol TE/100 g. Dengan HPLC-DAD, tim mengidentifikasi katekin sebagai senyawa utama, diikuti oleh asam klorogenat, epikatekin, dan beberapa senyawa fenolik lainnya.

Ini bukan sekadar trivia laboratorium. Temuan ini dapat merevolusi cara kita mengekstrak senyawa fenolik untuk aplikasi pangan, menawarkan alternatif alami pengganti antioksidan sintetis. Desain campuran terbukti efektif, mengoptimalkan banyak parameter dengan eksperimen minimal—sebuah kemenangan bagi sains dan keberlanjutan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.