Optimasi Ekstraksi Hijau Senyawa Antioksidan dari Ampas Blackthorn (Prunus spinosa L.) Menggunakan Pelarut Eutektik Dalam Alami (NADES)

Hourani S. · Processes · 2025 · 5 sitasi

Buah liar yang terabaikan mungkin menyimpan kunci ekstraksi antioksidan yang lebih ramah lingkungan. Para ilmuwan baru saja menemukan cara mengubah limbahnya menjadi harta karun polifenol.

Blackthorn, tanaman liar yang sering diabaikan ilmu pengetahuan, kaya akan polifenol bioaktif dengan potensi antioksidan yang serius. Namun, mengekstrak senyawa tersebut biasanya melibatkan pelarut keras. Sekarang, para peneliti beralih ke pelarut eutektik dalam alami (NADES)—alternatif hijau dan biodegradable—untuk melakukannya dengan lebih berkelanjutan.

Tim menggunakan ekstraksi berbantuan ultrasonik, teknik yang memanfaatkan gelombang suara untuk memecah material tanaman, dikombinasikan dengan NADES. Mereka menguji sepuluh campuran NADES yang berbeda, menyaring hingga dua kandidat paling menjanjikan. Setelah proses penyaringan yang memvariasikan waktu, suhu, dan rasio pelarut, mereka menemukan formula terbaik: NADES yang terbuat dari prolin dan asam laktat (1:2) dengan 20% air.

Pada kondisi optimal—ekstraksi 90 menit pada 65°C dengan rasio cair-padat 22,65 mL/g—mereka mencapai hasil polifenol tertinggi dan aktivitas antioksidan yang lebih baik. Mereka juga menguji jus blackthorn, membandingkan efisiensi ekstraksinya pada kondisi yang sama untuk melihat apakah metode ini dapat diterapkan di luar ampas.

Ini bukan hanya tentang blackthorn. Ini adalah langkah menuju metode ekstraksi yang lebih bersih dan efisien untuk industri makanan dan farmasi—mengubah limbah menjadi nilai, tanpa merusak planet.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.