Optimasi Ekstraksi Flavonoid dan Aktivitas Inhibisi Tirosinase dari Daun Rhodomyrtus tomentosa Menggunakan Ekstraksi Berbantuan Ultrasonik Berbasis NADES
Bagaimana jika kunci kulit cerah terletak pada pelarut hijau dan gelombang suara? Para ilmuwan telah menemukan ekstrak pencerah kulit yang kuat dari daun yang kurang dikenal menggunakan metode ramah lingkungan.
Lupakan bahan kimia keras—pelarut alami sedang merebut perhatian. Dalam studi baru, para peneliti beralih ke daun *Rhodomyrtus tomentosa*, tanaman yang lama digunakan dalam pengobatan tradisional, untuk mengekstrak flavonoid dengan potensi pencerah kulit yang serius. Senjata rahasia mereka? Pelarut eutektik dalam alami (NADES), dikombinasikan dengan ekstraksi berbantuan ultrasonik (UAE). Duo ini tidak hanya efisien tetapi juga ramah lingkungan, menawarkan alternatif berkelanjutan untuk metode konvensional.
Tim menyaring beberapa NADES berbasis kolin klorida, dan mengidentifikasi kolin klorida-propilen glikol (1:1) sebagai yang terbaik. Menggunakan Metodologi Permukaan Respons dengan desain Box-Behnken, mereka menyempurnakan waktu ekstraksi, penambahan air, dan rasio padatan-cair. Model bekerja dengan sangat baik, dengan nilai R² 0,9944 untuk kandungan flavonoid dan 0,9998 untuk inhibisi tirosinase, menunjukkan kekuatan prediksi yang hampir sempurna.
Kondisi optimal—60 menit, 20% air, dan rasio padatan-cair 0,05 g/mL—menghasilkan total kandungan flavonoid 14,3729 mg QE/g daun kering dan inhibisi tirosinase yang mengesankan sebesar 83,56%. Tirosinase adalah enzim kunci dalam produksi melanin, sehingga menghambatnya berarti mengurangi pigmentasi. Platform ekstraksi hijau ini dapat membuka jalan bagi produk pencerah kulit yang lebih aman dan berkelanjutan.
Poin Kunci
- UAE berbasis NADES mengoptimalkan ekstraksi flavonoid dari daun R. tomentosa.
- Kolin klorida-propilen glikol (1:1) adalah NADES optimal.
- Inhibisi tirosinase 83,56% pada 60 menit, 20% air, 0,05 g/mL.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.