Ekstraksi NADES Biphasic Satu Langkah untuk Senyawa Fenolik dan Karotenoid dari Kulit Tomat dengan Penilaian Siklus Hidup Terintegrasi
Bagaimana jika kunci untuk membuka harta karun tersembunyi dari kulit tomat terletak pada sistem cairan dua fase yang terbuat dari senyawa alami? Pendekatan baru ini mengekstrak fenolik dan karotenoid dalam satu langkah—dan lebih ramah lingkungan.
Kulit tomat sering dibuang, padahal menyimpan banyak senyawa bioaktif berharga. Sebuah studi terbaru mengembangkan sistem biphasic cerdas menggunakan dua pelarut eutektik dalam alami (NADES): kolin klorida:urea (ChUr) dan mentol:timol (MenThy). Pengaturan ini memungkinkan ekstraksi dan pemisahan simultan senyawa fenolik dan karotenoid—tanpa bahan kimia keras.
Dalam ekstraksi berurutan, ChUr memulihkan 198 μg/gDW fenolik, terutama asam 4-hidroksibenzoat dan 4-hidroksibenzaldehida. Sementara itu, MenThy mengekstrak 601 μg/gDW karotenoid, termasuk likopen dan β-karoten, plus sebagian flavonoid seperti quercetin (94 μg/gDW) dan naringenin (50 μg/gDW).
Dengan menggabungkan kedua pelarut dalam sistem biphasic 1:1 (v/v), para peneliti mencapai peningkatan 40% dalam ekstraksi fenolik. Menariknya, terjadi pemisahan fase parsial: 26% quercetin dan 9% naringenin tetap berada di fase MenThy. Ini menunjukkan bahwa penyesuaian rasio pelarut dapat mengarahkan ke mana masing-masing senyawa berakhir.
Studi ini juga mengintegrasikan penilaian siklus hidup (LCA), menyoroti manfaat lingkungan dari pendekatan ekstraksi hijau ini. Dengan efisiensi dan keberlanjutan seperti ini, metode ini dapat mengubah cara kita memanfaatkan limbah makanan.
Poin Kunci
- Sistem NADES biphasic mengekstrak fenolik dan karotenoid dalam satu langkah
- Peningkatan 40% ekstraksi fenolik dengan pelarut gabungan
- Penilaian siklus hidup menunjukkan manfaat lingkungan
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.